JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah China terus mendorong dibukanya program-program studi untuk berbahasa Inggris mendapatkan gelar sarjana ataupun pascasarjana. Perguruan tinggi di negara tersebut semakin gencar menarik minat pelajar asing, termasuk dari Indonesia.
Tahun ini, sekitar 500 pelajar Indonesia berangkat menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi di 15 kota besar China. Mereka tidak hanya dari Jakarta saja, tetapi juga dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk dari Semarang, Jawa Tengah, Surabaya, Jawa Timur, Bali, Makassar, dan Makassar, Sulawesi Selatan.
"Kebanyakan (pelajar) mengambil menuntut gelar sarjana program studi sarjana strata satu dan pascasarjana (master) dengan pengantar bahasa Inggris, selain mereka juga belajar bahasa Mandarin di China," ujar Direktur Beijing Language & Culture University (BLCI), Samuel Wiyono, dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Samuel mengatakan, keberangkatan tersebut adalah kloter terakhir dan akan diantar oleh staf BLCI hingga sampai asramanya masing-masing di perguruan-perguruan tinggi di China. Pihaknya juga membantu mahasiswa untuk membeli kartu telepon seluler, membuka rekening bank, membantu registrasi dan administrasi sekolah, dan lainnya.
"Agar mereka lebih nyaman memulai kehidupan barunya di China," kata Samuel.
Menurut Samuel, saat ini BLCI mewakili lebih dari 100 universitas China yang berada di 15 kota besar di Negara Panda tersebut. Dia mengakui, universitas-universitas di China semakin gencar menjaring pelajar Indonesia karena dianggap sebagai pasar potensial.
"Karena besarnya jumlah penduduk di Indonesia. Selain itu, pelajar Indonesia memiliki kompetensi lebih dibandingkan dengan pelajar dari negara lain," ujarnya.
0 komentar:
Posting Komentar