Home » » Para Pelajar Kekurangan Teladan

Para Pelajar Kekurangan Teladan

Written By Dino Cerata on Kamis, 27 September 2012 | 03.19

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Para Pelajar Kekurangan Teladan
Sep 27th 2012, 10:19

Para Pelajar Kekurangan Teladan

Penulis : Indra Akuntono | Kamis, 27 September 2012 | 15:45 WIB

Dibaca:

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Siswa SMA Tamiriyah Surabaya melakukan aksi tolak tawuran di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/9/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat pendidikan Utomo Danan Jaya mengungkapkan, kembali maraknya tawuran antar-pelajar dipengaruhi oleh kondisi sosial masyarakat yang terus menggerus karakter para pelajar. Generasi muda disuguhkan informasi yang lebih banyak mempertontonkan tokoh masyarakat yang berperilaku buruk, jauh dari ekspektasi yang seharusnya menjadi teladan.

"Seharusnya tokoh masyarakat memberi contoh bagaimana cara sopan santun, menghargai sesama, jujur, dan arif. Tetapi yang dipertunjukkan justru sebaliknya," kata Utomo saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/9/2012).

Ia juga menyinggung materi pendidikan karakter yang tidak aplikatif dan hanya diselipkan dalam kurikulum pendidikan. Menurutnya, pendidikan karakter tidak akan berhasil tanpa diikuti dengan proses belajar-mengajar yang mencerminkan hal tersebut.

"Karena pendidikan karakter itu bukan mata pelajaran, bukan program, melainkan metode pendidikan. Bagaimana pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana mewujudkan suasana belajar agar siswa aktif mengembangkan pribadi dan karakternya menjadi baik," ungkap akademisi Universitas Paramadina itu.

Membentuk karakter di sekolah, kata Utomo, salah satunya menjadi tugas guru. Namun, sayangnya kemampuan guru hanya sebatas menguasai transfer ilmu pengetahuan, bukan penekanan pada metode belajar.

"Guru tidak mempelajari materi metode belajar yang dapat mengembangkan karakter pelajar itu," tandasnya.

Dalam kurun tiga hari, dua siswa sekolah menengah di Jakarta tewas sia-sia dalam aksi tawuran antar-pelajar. Semua pihak bereaksi, tak terkecuali pemerintah pusat dan parlemen. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan jajarannya masih fokus untuk menjaga suasana belajar yang kondusif sembari terus menerima masukan opsi untuk mengatasi permasalahan klasik ini.

Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran Berdarah"

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger