Dahlan Iskan. (ANTARA/Noveradika)
"Tenaga pengajar pun diseleksi oleh pihak Singapura."
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, membuka peluang bagi murid berprestasi dan lulusan terbaik dari pesantren internasional (Islamic International School) mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan di Inggris.
"Mereka yang terbaik akan dikirim ke Inggirs. Yang terbaik ini kan pasti lulus, yang tidak terbaik yang tidak diluluskan," katanya ketika ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.
Menurut Dahlan, beasiswa akan diberikan kepada siswa dengan prestasi yang baik, dan berasal dari keluarga miskin.
Sementara itu, siswa yang berasal dari keluarga mampu dan berniat untuk melanjutkan pendidikan ke Inggris tidak disubsidi.
Dahlan menceritakan, dirinya mendirikan pesantren bertaraf internasional di Magetan dan Kediri, Jawa Timur. Untuk itu, ia berkolaborasi dengan pesantren Al Irsyad, Singapura. Sistem pengajaran Al Irsyad Singapura ini sudah diterapkan di Magetan, selanjutnya akan diterapkan di Kediri.
"Kita menggunakan sistem Al Irsyad Singapura karena mereka juga bekerja sama dengan Cambridge, Inggris," ujarnya.
Pesantren internasional tersebut akan menggunakan tiga bahasa, yakni Arab, Inggris, dan Indonesia. Para pengajar di kedua pesantren ini juga akan melalui ujian yang dilakukan oleh pihak Al Irsyad Singapura.
"Tenaga pengajar pun diseleksi oleh pihak Singapura. Nantinya, bila ada keluarga saya yang berniat untuk menjadi guru, jadi saya serahkan ke Singapura. Dalam tes itu, pihak Singapura yang akan datang ke Magetan untuk melakukan standarisasi," ungkapnya.
Dahlan mengakui, para penguji tersebut juga akan terus melakukan standarisasi dan evaluasi terhadap para pengajar pesantren, contohnya guru yang mengajar saat ini masih memenuhi persyaratan atau sebaliknya.
Pesantren di Magetan, menurut dia, memiliki jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD). Namun, ia berencana akan meningkatkan jenjang pendidikan hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Sedangkan, dikemukakannya, pesantren di Kediri memiliki jenjang pendidikan SD. "Untuk yang Kediri, kita mulai SD dulu. Nanti tahun depan SMP. Tidak bisa buka langsung dari SMP," ujarrnya.
Ia bercita-cita siswa yang dapat bersekolah di kedua pesantren internasional tersebut dapat pintar berbahasa Inggris, sehingga kemampuan semacam ini bukan hanya di Jakarta.
"Saya tidak mau di Jakarta. Saya mau di daerah kecil karena di Jakarta sudah banyak pendidikan yang bagus-bagus," katanya.
Ia mengharapkan, anak-anak di daerah dapat memiliki pendidikan yang baik agar tidak hanya masyarakat di Jakarta semata yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
"Supaya jangan hanya orang-orang di kota besar yang punya kesempatan mendapatkan pendidikan baik. Kalau di desa juga harus memiliki pendidikan yang baik," demikian Dahlan Iskan.
(T.KR-SSB)
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar