Home » » Nuh: Kami Bertekad, Ini Kasus Terakhir...

Nuh: Kami Bertekad, Ini Kasus Terakhir...

Written By Dino Cerata on Selasa, 25 September 2012 | 03.45

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Nuh: Kami Bertekad, Ini Kasus Terakhir...
Sep 25th 2012, 10:45

Nuh: Kami Bertekad, Ini Kasus Terakhir...

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi: tawuran yang melibatkan para pelajar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengajak semua pihak, khususnya yang terkait langsung, untuk menjadikan kasus tawuran antarpelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta, Senin (24/9/2012), sebagai kasus terakhir. Nuh menegaskan, tak ingin lagi mendengar kejadian serupa berulang, baik di kedua sekolah tersebut maupun sekolah lainnya.

"Hari ini kami semua bertekad menjadikan kasus ini sebagai kasus terakhir. Kita tak ingin lagi mendengar kekerasan dan ketidakharmonisan antar kedua sekolah," kata Nuh dalam jumpa pers menyikapi tawuran pelajar di Bulungan, Selasa (25/9/2012), di SMAN 6 Jakarta Selatan.

Nuh melanjutkan, pihaknya akan berupaya keras untuk menjadikan SMAN 6 dan SMAN 70 sebagai dua sekolah unggulan yang tak hanya berdampingan, tetapi juga saling melengkapi.

"Kami mendukung penuh menjalankan program untuk menghentikan konflik ini. Apapun masa lalu yang melatarbelakangi konflik harus distop. Teknisnya seperti apa, segera kita sampaikan," pungkasnya.

Sebelumnya, dengan didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Kepala SMAN 6 Jakarta, Kadarwati, dan Kepala SMAN 70 Saksono Liliek Susanto, beberapa guru dari kedua sekolah, komite sekolah dan alumni SMAN 6, Nuh menyampaikan rasa bela sungkawa atas jatuhnya korban jiwa pada tawuran antarpelajar yang terjadi di kawasan Bulungan, Senin (24/9/2012) kemarin.

Aksi kekerasan yang melibatkan dua sekolah unggulan di kawasan Bulungan ini kembali berulang. Gerombolan siswa dari SMAN 70 menyerang sejumlah siswa SMAN 6 yang saat itu baru selesai mengikuti jam belajar di sekolah dengan senjata tajam. Dua orang siswa SMAN 6 menderita luka-luka, dan seorang siswa, Alawy Yusianto Putra tewas dalam perjalanan ke rumah sakit karena menderita luka bacok di bagian dada.

Kepala SMAN 70, Saksono Liliek Susanto, mengatakan, para siswa yang terbukti bersalah secara hukum bisa dikenakan sanksi drop out. Sejumlah nama yang diduga terlibat dalam aksi tersebut juga sudah diserahkan kepada pihak berwajib untuk diusut lebih lanjut. 

Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran SMA 70 dan SMA 6"

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger