Home » » Guru Juga Menjadi Pendamping Siswa

Guru Juga Menjadi Pendamping Siswa

Written By Dino Cerata on Selasa, 25 September 2012 | 21.48

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Guru Juga Menjadi Pendamping Siswa
Sep 26th 2012, 04:48

Pendidikan Sains

Guru Juga Menjadi Pendamping Siswa

Penulis : Didit Putra Erlangga Rahardjo | Rabu, 26 September 2012 | 08:38 WIB

Dibaca:

KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO Mengajar dengan Bermain - David Rodrigues (berbaju biru), pengajar Astronomi, menerangkan kepada 40 guru sains peserta lokakarya pengajaran di Pusat Sains Antariksa, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), mengenai perlunya menyajikan materi sains melalui cara yang menyenangkan dan ringan meski tetap sarat dengan muatan pendidikan, Senin (24/9/2012). Gaya mengajar seorang guru haruslah bisa membuat para siswa terpikat dan terikat untuk menginspirasi muridnya mencintai sains.

BANDUNG, KOMPAS.com - Seorang guru sains harus bisa memosisikan diri sebagai pendamping siswa yang melibatkan mereka secara aktif dalam memahami fenomena alam. Metode tersebut bisa mengikis stigma bahwa sains menjemukan, bahkan menakutkan.

Demikian inti lokakarya guru sains di Pusat Sains Antariksa, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bandung, Senin (24/9). Materi dibawakan Deborah Scherrer dari Pusat Penelitian Matahari, Universitas Stanford, serta David Rodrigues, pengajar astronomi di California Academy of Sciences, San Francisco. Lokakarya diikuti 40 guru dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Tomohon, Sulawesi Utara; Banyuasin, Sumatera Selatan; Bondowoso, Jawa Timur; dan Kota Bandung, Jawa Barat.

"Pengajar harus mampu melibatkan siswanya secara aktif. Yang ingin dipelajari adalah bagaimana sebuah fenomena bisa terjadi, bukannya mencatat rumus di papan tulis atau membacakan buku sehingga murid menjadi pasif," ujar Scherrer.

Dalam lokakarya tersebut, Scherrer menggunakan alat peraga untuk mengajak para guru mempelajari magnet berikut dua kutub yang dimiliki. Dengan pengetahuan itu, dia menjelaskan tentang kutub magnet Bumi dan bagaimana medan magnetnya mampu melindunginya dari plasma yang dipancarkan Matahari.

Melalui percobaan, murid lebih mudah mempelajari sebuah topik pelajaran. Hafalan tidak efektif karena 80 persen di antaranya akan segera dilupakan.

Seorang pengajar harus memiliki antusiasme di depan murid, ujar Rodrigues. Guru harus bisa menyajikan materi pendidikan dengan cara yang membuat anak didiknya tetap fokus.

"Jika murid mencintai sains, bukan tidak mungkin dia akan tumbuh sebagai ilmuwan di masa mendatang," kata Rodrigues.

Kepala Pusat Sains Antariksa Clara Yono Yanti menuturkan, lokakarya ini adalah rangkaian pelatihan 68 ilmuwan muda yang digagas International Space Weather Initiative dan Magnetic Data Acquisition System yang digelar di Ciloto, Cianjur, 17-26 September. Pelatihan ditujukan bagi 28 ilmuwan luar negeri dan 40 ilmuwan dari Indonesia. (ELD)

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger