Home » » Dulu, Kanibalisme Umum di Inggris

Dulu, Kanibalisme Umum di Inggris

Written By Dino Cerata on Selasa, 25 September 2012 | 23.34

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Dulu, Kanibalisme Umum di Inggris
Sep 26th 2012, 06:34

BORDEAUX, KOMPAS.com - Sekitar 14.700 tahun lalu di Gua Gough, Somerset, Inggris, kanibalisme menjadi praktik yang biasa. Daging manusia ada dalam menu makanan.

Demikian temuan terbaru Silvia M.Bello dari Natural History Museum yang dipaparkan dalam pertemuan European Society for the Study on Human Evolution di Bordeaux, Inggris, Sabtu (22/9/2012) lalu.

Studi kanibalisme biasanya fokus pada tanda-tanda kerusakan tulang akibat alat batu. Contohnya, bekas potongan pada daging ataupun bekas upaya memperoleh sumsum tulang. Cara ini berguna untuk mengetahui apakah benar manusia yang dibunuh dimakan oleh manusia, bukan hewan.

Namun, cara tersebut punya kelemahan. Analisis tersebut tidak mampu memastikan apakah manusia dibunuh untuk tujuan ritual atau dijadikan makanan. Dalam risetnya, Bello menggunakan metode lain, yakni dengan menganalisis bekas gigi pada korban kanibal.

Analisis yang dipakai Bello dikembangkan berdasarkan metode analisis bekas gigi pada tulang yang diperkenalkan oleh Palmira Saladie dari Catalan Institute of Human Paleoecology and Social Evolution di Tarragona, Spanyol.

Hasil penelitian Bello mencengangkan. Di Gua Gough, setidaknya terdapat fosil korban kanibal, termasuk anak beruia 3 tahun. Bekas gigi manusia ditemukan pada korban kanibal, terutama di bagian tubuh di bawah leher.

Para kanibal sepertinya mengiris daging korbannya, kemudian memakan langsung sisa-sisa daging yang melekat di tulang. Bahkan, daging pada jari kaki dan tangan pun dihabiskan. Kemungkinan, sumsum tulang juga dikonsumsi.

Yang mengejutkan, tulang tengkorak ternyata dibiarkan utuh. Bagian lain seperti mata, lidah, pipi dan lainnya diiris dengan pisau batu. Bello mengatakan, bagian tengkorak dikoleksi dengan hati-hati untuk dijadikan cangkir minum.

Berdasarkan hasil riset, Bello berasumsi bahwa kanibal dilakukan untuk tujuan praktikal dan ritual sekaligus. Alasan kanibalisme hanya untuk survival kurang kuat sebab banyak hewan yang ada di sekitar Gua Gough. Kalau kanibalisme dilakukan hanya untuk mendapat makanan, maka tengkorak tentu saja langsung dihancurkan.

Menurut Bello seperti diberitakan Huffington Post, Senin (24/9/2012), praktik kanibalisme umum di Inggris di masa lalu. Para palaentolog bisa menganalisis kembali situs-situs tertentu dengan metode yang diterapkan Bello untuk menggali lebih banyak praktik kanibalisme.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger