Home » » Cegah Tawuran, Tegaskan Sanksi dan Penghargaan untuk Sekolah

Cegah Tawuran, Tegaskan Sanksi dan Penghargaan untuk Sekolah

Written By Dino Cerata on Rabu, 26 September 2012 | 01.48

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Cegah Tawuran, Tegaskan Sanksi dan Penghargaan untuk Sekolah
Sep 26th 2012, 08:48

Cegah Tawuran, Tegaskan Sanksi dan Penghargaan untuk Sekolah

Penulis : Indra Akuntono | Rabu, 26 September 2012 | 15:09 WIB

Dibaca:

KOMPAS.com/Indra Akuntono Kiri ke kanan : Kepala SMAN 70 Saksono Liliek Susanto, Kepala SMAN 6 Kadarwati, Mendikbud, Mohammad Nuh, dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad (paling kanan), dalam jumpa pers terkait kasus tawuran antara SMAN 6 dengan SMAN 70 Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kembali terjadinya tawuran antarpelajar di kawasan Mahakam-Bulungan antarsiswa SMAN 70 dan SMAN 6 menuai banyak tanggapan serius. Apalagi, insiden yang terjadi pada hari Senin (24/9/2012) itu menyebabkan seorang siswa SMAN 6 tewas dalam perjalanan ke rumah sakit karena sabetan senjata tajam di bagian dadanya.

Komisi X DPR RI pun bereaksi. Secara mendadak, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto dipanggil mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) hari ini, Rabu (26/9/2012). Komisi X DPR ingin menggali informasi dan meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang dinilai patut bertanggung jawab, mulai dari pemerintah pusat, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, serta kepala sekolah dan guru-guru dari masing-masing sekolah.

Setelah melalui pembahasan yang sengit, sejumlah usulan solusi mengemuka. Salah satunya dikemukakan oleh Anggota Komisi X DPR, Ferdiansyah. Dia mengatakan, pemerintah pusat dan daerah harus berani memberikan sanksi tegas pada sekolah tempat para siswa yang terlibat tawuran berasal serta memberikan penghargaan pada sekolah penerima bantuan dari APBN dan APBD yang mampu meminimalisir aksi tawuran di kedua sekolah itu.

"Sekarang saya tantang, berani enggak kita lakukan punishment and reward menyikapi tawuran ini," kata Ferdi.

Dia menjelaskan, sanksi dan penghargaan harus diterapkan dalam masalah ini sebagai konsekuensi logis dari kinerja kepala sekolah selama menjabat. Sanksi dan penghargaan seperti pecat kepala sekolah dan hentikan bantuan bagi sekolah yang tak berhasil menekan angka tawuran, atau sebaliknya dengan memberi penghargaan jika aktivitas tawuran di wilayah itu dapat berkurang drastis perlu dikembangkan.

"Kenapa tidak? Anggaran DKI kan banyak. Ini konsekuensi logis, kalau berhasil ya tambah fasilitas di sekolahnya, atau beri tambahan tunjangan satu kali gaji pokok untuk kepala sekolah. Kalau tak berhasil ya ancamannya sanksi," ujarnya.

Terkait hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta belum mau menentukan sikap mengenai kemungkinan sanksi yang akan diberikan untuk sekolah dan kepala sekolah yang terlibat tawuran. Para pemangku kebijakan ini mengaku tengah fokus pada menciptakan situasi sekolah yang kondusif dan rekonsiliasi.

Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran SMA 70 dan SMA 6"

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger