Stockholm, KompasOtomotif - Krisis keuangan di Eropa menyentuh Swedia dan mempengaruhi kesehatan Volvo Cars (produsen mobil penumpang) yang kini telah menjadi milik Zhejiang Geely (China). Untuk itu, Volvo Cars berencana memangkas produksi di negara asalnya sampai 10 persen dan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 200-300 pekerja.
Menurut Michael Blohm, serikat pekerja buruh pabrik Vovlo di Torslanda, sebelah barat Gothenburg, kondisi ekonomi yang lagi redup memaksa mereka harus melakukan efisiensi. Satu-satunya alternatif paling logis adalah mengurangi jumlah produksi.
"Produksi diturunkan dari 57 unit mobil per jam menjadi 52 atau 50 unit. Berati akan ada PHK antara 200-300 pekerja yang tidak diperpanjang kontrak kerjanya," beber Blohm, dilansir Autonews (30/8/2012).
Dijelaskan, penjualan Volvo terus menurun sejak liburan musim panas tahun ini. Informasi ini kemudian dibeberkan kepada 2.000 orang buruh yang bekerja di pabrik Torslanda. Mereka juga menjelaskan, penghentian produksi sudah dilakukan empat hari lebih cepat sebelum liburan musim panas berlangsung, pertengahan tahun ini.
Sementara itu, juru bicara Volvo enggan memberikan komentar tentang hal ini. Menurut asosiasi industri mobil Eropa, penjualan Vovlo di Uni Eropa tergerus 8 persen menjadi 126.826 unit pada periode Januari-Juni 2012.
Volvo berusaha mengejar target penjualan 800.000 unit dari 400.000 unit, saat ini, termasuk 200.000 unit di China.
0 komentar:
Posting Komentar