Home » » Pelaksanaan Uji Kompetensi Rugikan Peserta Didik

Pelaksanaan Uji Kompetensi Rugikan Peserta Didik

Written By Dino Cerata on Rabu, 01 Agustus 2012 | 03.04

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Pelaksanaan Uji Kompetensi Rugikan Peserta Didik
Aug 1st 2012, 10:04

Uji Kompetensi Guru

Pelaksanaan Uji Kompetensi Rugikan Peserta Didik

Penulis : Indra Akuntono | Rabu, 1 Agustus 2012 | 15:41 WIB

Dibaca:

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko Uji Kompetensi Guru - Sejumlah guru mengerjakan soal Uji Kompetensi Guru secara daring (online) di laboratorium komputer SMK Negeri 2 Yogyakarta, Jetis, Yogyakarta, Selasa (31/7). UKG gelombang kedua di sekolah itu pada hari tersebut berjalan lancar sedangkan gelombang sebelumnya gagal karena terkendala masalah koneksi ke server.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listiyarti menilai, pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) merugikan peserta didik. Sebab, banyak guru peserta yang terpaksa meninggalkan siswanya di kelas untuk mengikuti UKG. Uji kompetensi digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai 30 Juli-2 Agustus 2012.

"Setiap hari banyak guru meninggalkan sekolah untuk mengikuti UKG. Ini merugikan peserta didik yang kehilangan jam kegiatan belajar mengajarnya," kata Retno, di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Rabu (1/8/2012).

Berdasarkan hasil pantauan FSGI selama dua hari pelaksanaan UKG di 17 daerah, banyak guru yang jauh dari akses transportasi harus datang ke kota/kabupaten dengan perjalanan lebih dari satu hari. Tak sedikit, kata Retno, para guru yang rela merogoh kantong cukup dalam karena harus menutupi biaya trasportasi yang mahal dan biaya penginapan.

"Mereka harus ke kota, menginap dan transportasinya juga mahal. Waktu tempuhnya ada yang sampai 2-3 hari," ujar Retno.

Seperti diberitakan, pelaksanaan UKG diwarnai banyak permasalahan. Mulai dari akses internet yang lemah, data yang tidak valid, sampai pada waktu belajar siswa yang akhirnya dikorbankan.

Terkait itu, FSGI dan beberapa organisasi guru lainnya bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) akhirnya melakukan boikot pada pelaksanaan UKG. Mereka juga mendesak agar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemdikbud yang menyelenggarakan UKG harus melakukan evaluasi dan memberikan ruang untuk para guru untuk terlibat di dalamnya.

"Setiap hari banyak guru meninggalkan sekolah untuk mengikuti UKG. Ini merugikan peserta didik yang kehilangan jam kegiatan belajar mengajarnya"

-- Sekjen FSGI Retno Listiyarti

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger