JAKARTA, KOMPAS.com - Uji kompetensi guru menghadirkan berbagai cerita dari para guru yang kali ini harus menjadi peserta ujian. Uji yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, ternyata memberikan beban tersendiri bagi guru peserta. Salah satunya IR, yang meminta agar namanya hanya ditulis dengan inisial. IR adalah guru di SDN Kebon Sirih 04 dan 08 Pagi, yang mengikuti uji kompetensi di SMA 68, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2012).
Menurut IR, ujian uji kompetensi ini sudah membuat stress, jauh sebelum hari pelaksanaan ujian.
"Bicara soal UKG, wah... Saya sudah stress dari awal," kata IR, saat dijumpai Kompas.com sesaat setelah mengikuti UKG di SMAN 68, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2012).
Ia mengungkapkan, penyebab stress adalah bayang-bayang pelaksanaan UKG yang digelar secara online, dengan jumlah soal yang juga dianggapnya terlalu banyak. Meski di lain sisi, pemerintah menjamin bahwa hasil UKG tak akan memengaruhi apa pun, termasuk pemberian tunjangan profesi.
Untuk seorang guru SD, ia diharuskan mengerjakan 100 butir soal pilihan ganda dengan mata pelajaran umum. Hasil yang ia dapat tergolong rendah, karena IR hanya mampu menjawab 33 soal secara benar dari 100 soal yang tersedia. Akan tetapi, kepuasan lain diperolehnya karena telah selesai mengikuti ujian.
"Ya hasilnya memang segitu. Walau kagok sama komputer, yang penting kan kita ikut ujian," kata IR.
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary
0 komentar:
Posting Komentar