Tokyo, KompasOtomotif - Nissan Motor Company terpaksa mengurangi tingkat kandungan lokal produknya yang dirakit di Jepang. Penyebabnya, karena nilai tukar yen yang terus menguat membuat harga mobil jadi mahal. Untuk Nissan mencari komponen impor yang dinilai tidak akan menyebabkan harga mobil jadi mahal.
Nissan memperkirakan, kandungan komponen yang harus diimpor dari luar Jepang akan meningkat sampai 40 persen pada 2016 dibandingkan dengan tahun lalu, di bawah 30 persen. Beberapa negara pemasok yang dipilih antara lain China, Korea Selatan dan negara Asia lainnya.
Saat ini, Nissan merupakan merek paling banyak menggunakan komponen impor dibandingkan rata-rata industri (merek Jepang lain) di bawah 20 persen. Dengan memperbesar impor, otomatis tingkat kandungan komponen lokal juga berkurang.
Nissan juga berniat meningkatkan konsumsi luar negeri, memanfaatkan kedekatannya dengan negara-negara di Asia. Saat ini, pasokan komponen dari Asia untuk NV350 Caravan mencapai 40 persen. Sedangkan untuk generasi terbaru SUV X-Trail akan mencapai 50 persen.
Salah satu negara yang dipilih sebagai pemasok adalah Korea Selatan, melalui hubungan Renault Samsung Motors - anak usaha Renault SA. Nissan juga tidak malu-malu memesan pasokan dari industri komponen di Dalian, China untuk model lainnya.
Langkah Nissan ini sebenarnya sudah didului Toyota yang mengumumkan mulai membuka pintu bagi produsen baja asal Korsel, Posco Steel. Sementara itu, Daihatsu mengumumkan pakan mengurangi biaya produksi Mira e:S dengan memanfaatkan komponen impor.
0 komentar:
Posting Komentar