Home » » Meski Akan Pensiun, Antonius Tetap Ingin Nilai Tinggi...

Meski Akan Pensiun, Antonius Tetap Ingin Nilai Tinggi...

Written By Dino Cerata on Senin, 06 Agustus 2012 | 21.12

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Meski Akan Pensiun, Antonius Tetap Ingin Nilai Tinggi...
Aug 7th 2012, 04:12

Meski Akan Pensiun, Antonius Tetap Ingin Nilai Tinggi...

KOMPAS.com / ALI SOBRI Para guru sekolah dasar mengikuti uji kompetensi guru di SMA 68, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2012).

KOMPAS.com - Antonius Ngatiran (59) meminta bantuan operator untuk segera memperbesar butir-butir soal yang tertera di layar komputer di depannya. Setelah itu, dia mulai membaca satu persatu soal yang disajikan dalam tes Uji Kompetensi Guru (UKG) yang diikutinya dan menjawabnya.

"Saya mau nilai terbaik," katanya sebelum mengerjakan soal UKG yang diikutinya di SMA Negeri 68 Jakarta, Senin (6/8/2012) sore, kepada Kompas.com.

Antonius adalah seorang guru SD yang tidak lama lagi akan genap berusia 60 dan akan segera pensiun. Mengikuti UKG, menurutnya bagus untuk mengukur batas kemampuannya menjadi guru selama ini.

"Saya ikut ujian ini untuk mengukur kualitas. Sebelum pensiun kan bangga kalau nilai saya tinggi, nanti sertifikatnya bagus," lanjutnya.

Pada awalnya, UKG memang ditujukan untuk mengukur kualitas dan kemampuan para guru. Namun, tidak sedikit pula yang justru menjadikan persiapan UKG sebagai ajang belajar hal yang baru. Belajar komputer, maksudnya. Dan Antonius adalah salah satunya.

Dia mengaku jarang menggunakan komputer selama ini dan kini dia dengan rela belajar untuk bisa menggunakan komputer dan menjawab soal-soal UKG dengan baik. Target yang ingin dicapainya adalah nilai sempurna. Setiap butir soal hitungan yang dihadapinya, akan dihitungnya dengan cekatan dalam sebuah kertas kosong yang disediakan.

"Saya pengennya dapat nilai bagus. Kalau pada kenyataannya tidak bagus, saya sudah mencobanya," ujarnya sambil membenarkan letak kacamatanya.

Peserta jelang pensiun

Pada gelombang tiga penyelenggaraan UKG hari ini, pengawas dari Dinas Pendidikan Gun Supriyanto menyatakan pihaknya sudah lebih tidak repot membantu peserta UKG. Meski banyak para guru yang masih belum menguasai teknologi, namun para peserta mudah menangkap keterangan dengan cepat.

"Sesi yang ini pesertanya bagus, baru diajarin sebentar bisa. Kecuali jelang akhir pengerjaan soal, atau pas mau cek nilai, biasanya banyak yang nanya," tuturnya.

"Kadang jenuh, pertanyaannya itu-itu lagi. Tapi kita paham, pesertanya sudah pada mau pensiun," kelakarnya kemudian.

Meski mengakui banyak kesalahan soal yang menyulitkan pesertanya, Gun sependapat bahwa UKG bisa menjadi ruang belajar bagi para guru di era digital sekarang. Pasalnya, kemampuan mengoperasikan komputer juga wajib dikuasai oleh para guru.

"Ini merupakan tuntutan profesional bagi guru di zaman globalisasi. Minimal mereka kenal dan tahu penggunaannya. Ambil positive thinking-nya aja," tambahnya.

Sementara itu, Antonius masih menyelisik soal di depannya. Dia tidak terganggu dengan kondisi sekitar yang mulai ramai karena teman-temannya sudah terlebih dulu menyelesaikan tes.

"Masih ada waktu, masih saya baca dulu," katanya santai.

Hingga waktu berakhir, Antonius menyisakan sepuluh soal yang belum sempat dikerjakannya, dia pun melihat skor yang berhasil diraihnya. Alhasil, lelaki baya ini memperoleh skor 53. Nilainya memang di bawah standar nilai pemerintah, yaitu 70, namun nilai tersebut malah lebih baik dari pada rekan-rekan seprofesinya.

"Wajar, dia pakarnya!" celetuk rekannya. Antonius hanya tersenyum.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger