Home » » Kuliah Gratis di UGM, Permata Bingung Biaya Transportasi

Kuliah Gratis di UGM, Permata Bingung Biaya Transportasi

Written By Dino Cerata on Selasa, 07 Agustus 2012 | 07.09

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Kuliah Gratis di UGM, Permata Bingung Biaya Transportasi
Aug 7th 2012, 14:09

Kuliah Gratis di UGM, Permata Bingung Biaya Transportasi

Penulis : Kontributor Yogyakarta, Gandang Sajarwo | Selasa, 7 Agustus 2012 | 20:12 WIB

Dibaca:

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Kompleks Rektorat UGM, Yogyakarta, Senin (28/5/2012).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Permata Sari Telaumbanua (18 ) asal Nias adalah salah satu dari 1.102 mahasiswa baru penerima beasiswa Bidik Misi. Kepada Kompas,com, Permata merasa bersyukur mendapat beasiswa Bidik Misi sehingga bisa kuliah di UGM. Dia juga merasa bangga dan tidak menyangka bisa kuliah di salah satu universitas top di Indonesia ini.

Bahkan, kata Permata, kedua orang tuanya tidak percaya kalau dirinya diterima di UGM. "Bukan senang ataupun gembira, sebaliknya ayah saat itu justru meminta saya untuk membatalkan melanjutkan kuliah karena memikirkan beratnya biaya yang harus ditanggung kelak," kata Pani, pangilan akrab Permata.

Tekad dan keinginan keras Pani menjadikan ayahnya luluh. Hal itu setelah dia menjelaskan kepada orangtuanya bahwa tidak membayar uang serupiah pun untuk biaya kuliah di UGM.

Kendati demikian, ada kendala lain yang dihadapi Pani. Kedua orangtuanya tidak sanggup membbiayai perjalanan Pani ke Yogyakarta. Ibunya, Yuni Ramarepa, lalu mengundang sanak keluarga. Kepada kerabatnya, Yuni menyampaikan Pani diterima di UGM. Untunglah, beberapa orang adik iparnya bersedia ikut membantu.

"Ada tiga om yang bantu," kata Pani.

Menurut Pani, ia bersama dengan kedua orang adiknya tinggal di Desa Saewe, Kecamatan Gido, Nias. Keluarganya menopang hidup dari hasil jerih payah ayahnya sebagai nelayan. Bila melaut, selama 4-5 hari ayahnya tidak pulang ke rumah. Bila kapal sudah merapat, hasil tangkapan akan dibawa ke pasar tradisional Gunung Sitoli untuk dijual dan mendapatkan uang antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu.

Hidup dengan kondisi keterbatasan tidak hanya dialami oleh Pani. Karena sebagian besar penerima beasiswa Bidik Misi merupakan anak dari keluarga kurang mampu, namun memiliki prestasi di kelasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger