Home » » Keberadaan Komite Pendidikan Timbulkan Kerancuan

Keberadaan Komite Pendidikan Timbulkan Kerancuan

Written By Dino Cerata on Kamis, 09 Agustus 2012 | 03.02

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Keberadaan Komite Pendidikan Timbulkan Kerancuan
Aug 9th 2012, 10:02

Pembahasan Anggaran Berbelit-belit

Keberadaan Komite Pendidikan Timbulkan Kerancuan

Kamis, 9 Agustus 2012 | 15:07 WIB

Dibaca:

Shutterstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Rohmani mengatakan, keberadaan Komite Pendidikan yang dipimpin Wakil Presiden Boediono menimbulkan kerancuan dalam pengelolaan pendidikan nasional. Menurutnya, pembahasan anggaran pendidikan menjadi berbelit-belit.

"Dengan adanya Komite Pendidikan tersebut, pembahasan anggaran pendidikan menjadi berbelit-belit," kata Rohmani, di Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Rohmani mengungkapkan, setiap pembahasan anggaran dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan DPR, tidak bisa diputuskan secara bersama-sama. Kemendikbud, kata dia, tidak bisa memutuskan sendiri kebijakan postur anggaran pendidikan karena harus melibatkan komite pendidikan.

"Pembahasan postur anggaran di Komisi X tidak berarti apa-apa jika pada akhirnya keputusan dengan pemerintah tersebut harus mendapat persetujuan Komite Pendidikan. Selain pembahasan berbelit-belit. Hak konstitusional DPR dalam proses penganggaran dikebiri," ujarnya.

Rohmani menilai, tujuan keberadaan Komite Pendidikan baik untuk melakukan pengkoordinasian dan pengawasan anggaran pendidikan. Namun, katanya, ada persoalan konstitusional yang tercederai dengan adanya Komite Pendidikan itu.

"Justru pengelolaan pendidikan lebih efektif bila pengelolaan pendidikan diserahkan sepenuhnya kepada Kemendikbud," kata anggota Fraksi PKS itu.

"Jika kondisi ini terus berlangsung, maka pembahasan anggaran akan selalu molor. Karena mekanismenya berbelit-belit. Kecuali Kemendikbud memiliki wewenang penuh mewakili pemerintah dalam memutuskan kebijakan anggaran pendidikan," ujar Rohmani.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger