JAKARTA, KOMPAS.com -- Banyak persoalan terkait guru sekolah dasar (SD). Bukan sekadar 75 persen belum berkualifikasi pendidikan S-1, jumlah guru SD juga kurang, terlebih jika dikaitkan dengan jumlah kelas yang ada.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo, persoalan yang memprihatinkan adalah, kekurangan guru SD. Berdasarkan laporan Ketua PGRI kabupaten/kota se-Indonesia pada saat Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional PGRI di Makasar beberapa waktu lalu, sekitar 94 persen kabupaten/Kota di Indonesia kekurangan guru SD.
Kekurangan itu, menjadi semakin parah karena pengangkatan guru SD tidak jelas kapan akan dilaksanakan dan guru yang pensiun semakin banyak. Bahkan, beberapa provinsi menyatakan guru SD banyak yang mengajukan pensiun dini.
Saat ini, banyak SD dengan enam kelas, gurunya hanya rata-rata tiga orang. Kekurangan guru SD itu sementara diatasi oleh kepala sekolah dengan mengangkat guru honorer.
"Di SD saat ini sangat banyak guru honorer. Mereka memang dibutuhkan karena kekurangan guru itu. Mungkin ada juga guru honorer yang tidak dibutuhan yang diangkat karena titipan," kata Sulistiyo, Kamis (9/8/2012) di Jakarta.
0 komentar:
Posting Komentar