Home » » Harus Serius Evaluasi Desentralisasi Pendidikan

Harus Serius Evaluasi Desentralisasi Pendidikan

Written By Dino Cerata on Kamis, 09 Agustus 2012 | 09.01

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Harus Serius Evaluasi Desentralisasi Pendidikan
Aug 9th 2012, 16:01

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemerintah diminta secara serius mengevaluasi desentralisasi pendidikan di kota/kabupaten. Kewenangan dalam bidang pendidikan di tingkat kabupaten/kota dinilai justru menjadi penghambat kemajuan pendidikan nasional, karena dipengaruhi dinamika politik daerah.

Pengamat pendidikan, HAR Tilaar mengatakan, jika desentralisasi pendidikan tetap menjadi pilihan, sebaiknya ada perubahan untuk memberikannya di tingkat provinsi saja. Hal ini agar pemerintah pusat memiliki cukup kendali untuk memastikan pemerintah daerah juga memiliki komitmen yang sama untuk memajukan pendidikan nasional.

"Desentralisasi pendidikan di Indonesia hingga tingkat kota/kabupaten terlalu cepat. Sebab, tingkat pendidikan masyarakat masih rendah, belum siap menjalankannya. Jadi, sangat perlu desentralisasi pendidikan di kota/kabupaten dievaluasi kembali," kata Tilaar, Kamis (9/8/2012) di Jakarta.

Menurut Tilaar, pendidikan di daerah saat ini lebih dikendalikan politik praktis atau kekuatan politik. Pendidikan yang diserahkan kepada wali kota/bupati membuat wajah pendidikan karut-marut. "Akan lebih baik dicoba di provinsi dulu. Kalau di tingkat gubernur, mungkin lebih efisien atau lebih mudah mengawasi. Jika memang desentralisasi pendidikan di provinsi terbukti berjalan baik, bisa ditingkatkan hingga ke kota/kabupaten," kata Tilaar, yang juga Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan, sejak tahun 2010 PGRI sudah mengajukan permohonan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar pendidikan yang diotonomikan dievaluasi secara serius, apakah tetap desentralisasi, sentralisasi, atau dekonsentrasi di provinsi. "Sayang hasil kajian dari pemerintah sampai saat ini belum dipublikasikan," ungkapnya.

Menurut Sulistiyo, evaluasi dan kajian soal desentralisasi pendidikan dibutuhkan supaya ada dasar yang dapat dipertanggungjawabkan dalam menentukan sistem pendidikan di negeri ini. Sebab, Indonesia pernah menjalankan sentralisasi maupun desentralisasi pendidikan, namun hasilnya belum juga memuaskan.

Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Iwan Hermawan mengemukakan, perlu diperkuat kembali peran pemerintah pusat dan provinsi dalam pendidikan di daerah. Namun, pemerintah kota/kabupaten tetap dapat diminta komitmennya mendukung pendidikan di daerah masing-masing.

"Untuk investasi di sarana dan prasarana pendidikan, tetap pemerintah kota/kabupaten harus bertanggung jawab," kata Iwan.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger