Home » » Calon Mahasiswa dari Keluarga Miskin Tak Bisa Kuliah

Calon Mahasiswa dari Keluarga Miskin Tak Bisa Kuliah

Written By Dino Cerata on Senin, 06 Agustus 2012 | 03.05

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Calon Mahasiswa dari Keluarga Miskin Tak Bisa Kuliah
Aug 6th 2012, 10:05

Calon Mahasiswa dari Keluarga Miskin Tak Bisa Kuliah

Penulis : Andy Riza Hidayat | Senin, 6 Agustus 2012 | 16:20 WIB

Dibaca:

Anak dari keluarga miskin di Depok, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak bisa melanjutkan kuliah di Universitas Dipenogoro (Undip), Semarang karena tidak memiliki biaya.

TERKAIT:

DEPOK, KOMPAS.com--- Mohamad Irvan, siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Bina Insan Mandiri Kota Depok, atau disebut Sekolah Master (masjid terminal) hanya memohon do'a kepada orangtuanya.

Dia sadar, orangtuanya tak mampu lagi memberi bantuan dana kuliah. Irvan saat ini berjuang mendapatkan keringanan biaya pendaftaran sebagai mahasiswa baru Universitas Diponegoro, Semarang.

"Saya minta doa saja ke orangtua, soalnya mau minta dana mereka sudah tidak bisa bantu," kata Irvan, Minggu (6/8/2012) kepada Kompas. Anak sopir taksi di Depok ini tidak sanggup memenuhi biaya pendaftaran di kampus barunya itu senilai total Rp 16 juta. Informasi sementara yang diperolehnya, keringanan tidak bisa didapatkannya, hanya pembayaran biaya itu bisa dicicil maksimal dua kali.

"Saya masih banding dengan tawaran itu, terlalu berat," katanya di ujung sambungan telepon. Irvan yang sendirian di Semarang sedang mencari tempat kos sementara sampai proses verivikasi daftar ulang tanggal 8 Agustus.

Dia sudah menemui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip agar dapat membantu meringankan beban biaya pendaftaran. Persoalan yang sama dihadapi enam rekannya yang lain.

Mereka adalah Alfis Syahrin (Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Jakarta / UNJ), Andika Ramadhan Febriansyah (Jurusan Sejarah UNJ), Bagus Pangke (Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ), Dwi Wulansari (Jurusan Sastra Indonesia UNJ), Muhammad Muar (Jurusan Manajemen Universitas Jenderal Soedirman), dan Prayudo (Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ). Mereka itu adalah anak-anak miskin dan anak jalanan yang biasa mengamen hidup di jalan.

Adapun Sekolah Master, tempat mereka belajar merupakan yayasan sosial yang tidak memungut biaya sekolah. Lokasinya ada di sisi utara terminal Kota Depok Jalan Margonda. Sehari-hari mereka belajar dengan sarana sekolah yang minim.

Ruang kelas misalnya sebagian ada di kontainer bekas. Sedangkan gurunya relawan tanpa gaji tetap.

Editor :

Tjahja Gunawan Diredja

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger