Home » » Asap cair, pengawet sehat bebas polusi

Asap cair, pengawet sehat bebas polusi

Written By Dino Cerata on Senin, 27 Agustus 2012 | 01.11

ANTARA News - Teknologi - Sains
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Asap cair, pengawet sehat bebas polusi
Aug 27th 2012, 06:36

Jakarta (ANTARA News) - Proses pengawetan ikan melalui metode pengasapan kini semakin maju dengan ditemukannya metode pengawetan menggunakan asap cair.

Asap cair merupakan senyawa-senyawa yang didapat dari bahan-bahan baku yang digunakan untuk pengasapan ikan yang dilakukan proses lanjutan sehingga menghasilkan cairan.

Menurut hasil penelitian para peneliti dari Badan Litbang Kelautan dan Perikanan, Diah Lestari Ayudiarti dan Rodiah Nurbaya Sari, pembuatan asap cair didapat melalui beberapa tahapan yaitu pirolisis, kondensasi, dan redestilasi.

Kayu atau serbuk kayu dipirolisis pada suhu 200-450 Celsius hingga menghasilkan asap, kemudian asap yang dihasilkan dikondensasikan menjadi bentuk asap cair. Lalu asap cair hasil kondensasi yang mengandung kadar tar yang tinggi itu didestilasi berulang-ulang untuk menghilangkan kadar tar tertentu.

Pengolahan ikan atau belut menggunakan asap cair memiliki beberapa kelebihan, yaitu praktis penggunaannya, rasa produk yang lebih seragam, dapat digunakan secara berulang-ulang, lebih efisien dalam penggunaan bahan pengasapan, dan dapat diaplikasikan pada berbagai jenis pangan.

Hal yang paling penting bagi kesehatan konsumen adalah dengan menggunakan asap cair, kandungan karsinogen dapat dihilangkan dan berbagai bakteri pun dapat dilumpuhkan tanpa mengurangi nilai gizi bahan makanan.

Asap cair lebih efisien daripada pengasapan tradisional karena selain tidak menyebabkan polusi udara, asap cair juga tidak menimbulkan emisi poliaromatis hidrokarbon (PAH)--yang bersifat karsinogenik.

Penggunaan asap cair pada ikan segar atau ikan fillet dapat dilakukan dengan cara merendam produk ke dalam larutan asap cair pada waktu dan konsentrasi tertentu tergantung dari jenis ikan.

Penggunaan asap cair dilaporkan Balitbang KP, pada pengenceran 2,5 kali terhadap steak Cakalang dapat menghambat oksidasi lemak lebih baik pada pengenceran 5 kali.

Selain itu penggunaan asap cair meningkatkan daya simpan steak Cakalang hingga 6 hari untuk penyimpanan pada suhu kamar.

(E012)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger