
KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ
MOS SMP - Para siswa berbaris di halaman SMP Immanuel Medan, Sumatera Utara, saat mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS), Selasa (17/7/2012). MOS menjadi ajang pengenalan lingkungan fisik dan sosial bagi siswa baru, bukan untuk perploncoan atau kekerasan.
TERKAIT:
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah (MOS) merupakan sarana untuk menerapkan pembelajaran perihal moral dan akhlak serta kegiatan belajar mengajar kepada siswa yang berbasis pendidikan. Ia juga menegaskan bahwa dalam pelaksanaan MOS semacam ini, guru memiliki peran yang sangat penting. Mereka harus mampu mengawasi pelaksanaan tersebut agar tujuan dari kegiatan MOS dapat tercapai.
"Peranan guru di sekolah sangat penting dalam mengawai pelaksanaan MOS. Tugas guru tidak sekadar mengajar, tapi juga mendidik baik nilai moral maupun spiritual," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Koja, Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Agus Suradika menambahkan sekolah merupakan tempat menimba ilmu sehingga tindakan kekerasan di masa orientasi siswa atau kegiatan lainnya tidak diperbolehkan. Lantaran demikian, pihaknya menekankan pembekalan siswa baru? di MOS itu mengedepankan pengenalan lingkungan sekolah. Sehingga siswa baru dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru yang sehari-hari akan dijalaninya.
"Masa orientasi siswa diperlukan untuk mengenalkan peserta didik baru dengan lingkungan, baik lingkungan sosial maupun fisiknya. Tapi bukan berarti melakukan tindak kekerasan," tegasnya.
0 komentar:
Posting Komentar