JAKARTA, KOMPAS.com - Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan mengatakan, siswa yang menjadi korban pada kasus tindak kekerasan (bullying) di SMA Don Bosco Pondok Indah, Jakarta Selatan, bertambah satu orang. Dengan demikian, hingga kini tercatat ada lima orang korban tindak kekerasan yang dilakukan senior kepada junior di sekolah tersebut.
"Jadi memang benar kasus bullying yang terjadi di Sekolah Don Bosco, korban ada 4 orang, tambah 1 lagi hari ini. Total 5 orang yang dikerjain para seniornya," kata Hermawan dalam keterangan pers, Sabtu (28/7/2012) di Mapolres Jakarta Selatan.
Hermawan menjelaskan, kelima korban tersebut telah menyertakan hasil visum untuk menguatkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh para seniornya. Polisi juga sudah meminta keterangan dua orang guru sekolah itu terkait kasus tersebut. "Kita sudah periksa guru dua orang sebagai saksi. Hasil visum korban menandakan terjadi tindakan kekerasan juniornya dari para seniornya," kata Hermawan.
Kasus bullying ini pertama kali dilaporkan oleh salah salah satu orangtua siswa korban berinisial A ke Polres Jakarta Selatan pada Rabu (25/7/2012) malam. Dalam laporan tersebut, A yang merupakan siswa baru di Don Bosco menyebut dianiaya oleh 18 orang yang merupakan kakak kelasnya. Selain itu, dalam laporan tersebut juga dilampirkan hasil visum A di bagian tengkuk akibat luka sundutan dan mengalami luka lebam.
Dalam laporan tersebut ada dua orang korban lain selain A. Namun, hanya A yang melapor ke polisi. Terkait kasus ini, polisi juga sudah menetapkan 9 orang yang diduga pelaku aksi kekerasan tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar