JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom mengatakan, pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) harus dilaksanakan dengan tertib dan disiplin. Ia juga mengimbau, agar semua pihak tidak mencari kambing hitam atas fenomena tidak memuaskan dari pelaksanaan UKG.
"Dalam UKG, yang terpenting adalah tertib dan disiplin. Bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar," kata Syawal, di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (31/7/2012).
Ia menjelaskan, sistem online merupakan cara yang paling efisien dalam melaksanakan UKG. Sebab, jika dilaksanakan secara manual, maka akan memerlukan biaya dan energi yang lebih untuk menyelenggarakannya. Meskipun, faktanya tetap ada keringanan bagi guru yang daerahnya belum memiliki fasilitas internet untuk melaksanakan UKG secara manual.
"Bayangkan sejuta guru yang diuji, bagaimana memeriksa sebanyak itu. Sangat tidak efisien," ujarnya.
Oleh sebab itu, kata Syawal, UKG digelar dalam dua gelombang. Hal ini untuk menyiasati efektifitas melakukan pengawasan di 3500-an lokasi UKG.
Gelombang pertama dimulai sejak kemarin, Senin (30/7/2012) hingga 12 Agustus 2012. Sedangkan gelombang kedua dimulai pada 2 Oktober 2012 hingga 2 November 2012.
"Maka dari awal kita desain dua gelombang. Semua yang bermasalah di gelombang pertama kita gabung di gelombang kedua itu," jelas Syawal.
Seperti diberitakan, pelaksanaan UKG online di hari pertama dan kedua diwarnai sejumlah masalah. secara umum, banyak guru di sejumlah daerah yang akhirnya gagal mengikuti UKG karena terganjal sistem (komputer) yang tidak berjalan. Kemdikbud berkilah, sistem menjadi tidak berjalan karena banyak guru yang mengubah data tanpa konformasi. Akibatnya, sistem tidak mengenali dan tidak berjalan.
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary
0 komentar:
Posting Komentar