Home » » Kemdikbud: Jangan Cari Kambing Hitam

Kemdikbud: Jangan Cari Kambing Hitam

Written By Dino Cerata on Selasa, 31 Juli 2012 | 19.07

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Kemdikbud: Jangan Cari Kambing Hitam
Aug 1st 2012, 02:07

Uji Kompetensi Gagal di Sejumlah Daerah

Kemdikbud: Jangan Cari Kambing Hitam

Penulis : Indra Akuntono | Rabu, 1 Agustus 2012 | 08:20 WIB

Dibaca:

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Sejumlah guru mengerjakan soal uji kompetensi guru secara daring (online) di laboratorium komputer SMK Negeri 2 Yogyakarta, Selasa (31/7). Ujian kompetensi gelombang kedua di sekolah tersebut berjalan lancar, sedangkan gelombang sebelumnya gagal karena terkendala koneksi internet.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom mengatakan, pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) harus dilaksanakan dengan tertib dan disiplin. Ia juga mengimbau, agar semua pihak tidak mencari kambing hitam atas fenomena tidak memuaskan dari pelaksanaan UKG.

"Dalam UKG, yang terpenting adalah tertib dan disiplin. Bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar," kata Syawal, di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (31/7/2012).

Ia menjelaskan, sistem online merupakan cara yang paling efisien dalam melaksanakan UKG. Sebab, jika dilaksanakan secara manual, maka akan memerlukan biaya dan energi yang lebih untuk menyelenggarakannya. Meskipun, faktanya tetap ada keringanan bagi guru yang daerahnya belum memiliki fasilitas internet untuk melaksanakan UKG secara manual.

"Bayangkan sejuta guru yang diuji, bagaimana memeriksa sebanyak itu. Sangat tidak efisien," ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Syawal, UKG digelar dalam dua gelombang. Hal ini untuk menyiasati efektifitas melakukan pengawasan di 3500-an lokasi UKG.

Gelombang pertama dimulai sejak kemarin, Senin (30/7/2012) hingga 12 Agustus 2012. Sedangkan gelombang kedua dimulai pada 2 Oktober 2012 hingga 2 November 2012.

"Maka dari awal kita desain dua gelombang. Semua yang bermasalah di gelombang pertama kita gabung di gelombang kedua itu," jelas Syawal.

Seperti diberitakan, pelaksanaan UKG online di hari pertama dan kedua diwarnai sejumlah masalah. secara umum, banyak guru di sejumlah daerah yang akhirnya gagal mengikuti UKG karena terganjal sistem (komputer) yang tidak berjalan. Kemdikbud berkilah, sistem menjadi tidak berjalan karena banyak guru yang mengubah data tanpa konformasi. Akibatnya, sistem tidak mengenali dan tidak berjalan.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger