Home » » Evolusi Super Cepat Bintang Laut

Evolusi Super Cepat Bintang Laut

Written By Dino Cerata on Selasa, 24 Juli 2012 | 23.18

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Evolusi Super Cepat Bintang Laut
Jul 25th 2012, 06:17

Evolusi Super Cepat Bintang Laut

Penulis : Yunanto Wiji Utomo | Rabu, 25 Juli 2012 | 12:55 WIB

Dibaca:

Jon Puritz/University of Hawaii at Manoa Cryptasperina hystera dan C. pentagona memiliki kekerabatan namun sifatnya berbeda jauh. Studi mengungkap bahwa spesies ini baru terpisah beberapa ribu tahun lalu.

SYDNEY, KOMPAS.com - Ilmuwan mengungkap bahwa evolusi bintang laut bisa terjadi sangat cepat hanya dalam waktu beberapa ribu tahun saja.

Rick Grosberg, profesor ekologi dan evolusi bersama rekannya mempelajari dua spesies bintang laut, yaitu Cryptasperina Hystera and Cryptasperina Pentagona. Tujuannya adalah mengetahui lamanya proses spesiasi (pembentukan spesies baru) dalam evolusi kedua fauna itu.

C. Hystera dan C. Pentagona merupakan fauna yang secara kekerabatan dekat namun punya karakteristik yang berbeda jauh. Secara habitat misalnya, C. Hystera mendiami wilayah pantai dan kepulauan di ujung selatan dari habitat C. Pentagona.

Sementara, secara reproduksi, C. Pentagona punya pejantan dan betina yang masing-masing akan menghasilkan sperma dan sel telur, lalu melakukan pembuahan eksternal. Sementara, C. Hystera adalah individu hermaprodit dimana individu baru akan dihasilkan lewat kelahiran.

Dalam riset, para peneliti melihat keragaman DNA dari kedua spesies bintang laut itu dan memperkirakan lamanya proses spesiasi.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa terpisahnya C. Hystera dan C. Pentagona yang memacu pembentukan kedua spesies berlangsung 6000 - 22.000 tahun yang lalu. Kedua spesies terisolasi dan mengalami perubahan DNA secara cepat.

"Proses itu tergolong cepat dibandingkan pada kebanyakan organisme," ungkap Grosberg seperti dikutip Physorg, Kamis (24/7/2012).

Diperkirakan, 11.000 tahun lalu, batasan antara laut dingin dan hangat di Coral Sea berfluktuasi. Populasi moyang bintang laut, mungkin juga hanya satu individu, mungkin mengkolonisasi wilayah selatan kemudian akhirnya justru terisolasi oleh perubahan arus laut.

Studi ini dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B yang terbit 18 Juli 2012 lalu.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger