KOMPAS.com - Boson Higgs alias "Partikel Tuhan" akhirnya mengantarkan dua peneliti yang menggagasnya meraih Nobel Fisika tahun 2013.
Peter Higgs dari Inggris dan Francois englert adalah dua peneliti yang berbagi hadiah nobel tersebut.
Pada tahun 1960, mereka adalah dua orang peneliti yang mengajukan pandangan bagaimana materi di alam semesta bisa memiliki massa.
Menurut dua peneliti tersebut, materi bisa memiliki massa karena adanya sebuah partikel yang memberikannya.
Boson Higgs akhirnya ditemukan pada Juli 2012 oleh tim ilmuwan dari Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN). Penemuan dikonfirmasi pada Maret 2013 lalu.
"Nobel fisika tahun ini adalah tentang sesuatu yang kecil tetapi membuat perbedaan besar," kata Staffan Normark, sekretaris permanen dari Royal Swedish Academy of Sciences seperti dikutip BBC, Selasa (8/10/2013).
Englert mengungkapkan bahwa ia "sangat gembira" bisa memenangkan penghargaan ini.
"Awalnya saya kira saya tak mendapatkannya karena saya tak menyaksikan pengumumannya," kata Englert kepada Komite Nobel usai konferensi pengumuman hadiah nobel yang sempat tertunda satu jam.
Sementara, Higgs yang namanya diabadikan menjadi nama partikel, mengatakan bahwa dirinya juga sangat bangga bisa memenangkan Nobel Fisika itu.
"Saya juga berterimakasih kepada mereka yang berkontribusi pada penemuan partikel ini dan kepada keluarga, teman dan rekan kerja saya atas dukungannya," katanya.
Direktur CERN, Rolf Heuer, mengungkapkan bahwa dia bergetar penghargaan nobel jatuh ke sebuah penelitia fisika partikel.
"Penemuan boson Higgs di CERN tahun lalu, yang memvalidasi mekanisme Brout-Englert-Higgs, menandai puncak upaya intelektual selama satu dekade dari berbagai kalangan di seluruh dunia," katanya.
Editor : Yunanto Wiji Utomo
0 komentar:
Posting Komentar