Home » » Motivator: gadget-tv jadi musuh anak sekarang

Motivator: gadget-tv jadi musuh anak sekarang

Written By Dino Cerata on Sabtu, 26 Oktober 2013 | 06.08

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com 
Join Delanceyplace

Sign up to receive a free quote from a non fiction book every weekday.
From our sponsors
Motivator: gadget-tv jadi musuh anak sekarang
Oct 26th 2013, 12:20

Surabaya (ANTARA News) - Motivator asal Surabaya Bagus Sanjoto menegaskan bahwa gadget dan televisi menjadi musuh anak sekarang yang perlu disikapi secara bijak.

"Gadget dan televisi itu tantangan anak sekarang yang perlu diwaspadai," katanya saat berbicara dalam silaturahmi yang digelar Komite Sekolah di SD Khadijah, Wonokromo, Surabaya, Sabtu.

Dalam silaturahmi para wali murid yang bertajuk "Kiat Sukses Mendidik Anak Berprestasi dan Berakhlak" itu, dia menjelaskan bahwa gadget dan televisi bisa mencetak anak-anak menjadi tidak baik.

"Ada banyak fakta `virus` gadget dan televisi, di antaranya anak menjadi tidak disiplin, tidak peduli orang lain, minta uang terus, tidak mau membantu orang tua, dan sebagainya," kata Bagus Sanjoto, S.Psi.

Hal yang lebih parah lagi adalah bila anak-anak menerima informasi negatif dari gadget dari temannya, pacarnya, dan sebagainya.

"Kalau isi televisi itu 70 persen tak berguna," katanya.

Namun, hal itu perlu disikapi secara bijak, seperti anak diajak lebih banyak beraktivitas secara fisik, misalnya, berolahraga, bersepeda sehat, bermain, dan jalan-jalan.

"Kalau televisi bisa dikurangi dengan pemasangan satu televisi saja yang ditempatkan di lokasi yang digunakan semua anggota keluarga. Kalau bisa letaknya agak tinggi agar mudah capek," katanya.

Selain menyikapi gadget dan televisi secara bijak dan waspada, "trainer" yang memiliki tiga anak perempuan itu menyebut tiga cara mendidik yang baik, yakni sabar, senyum, dan sentuh.

"Mendidik dengan sabar berarti mendidik dengan ucapan yang halus dan tidak bernada marah, bahkan kalau perlu dengan raut muka yang senyum. Kalau mendidik dengan kasar, membuat anak menjadi takut dan pendidikan yang diajarkan menjadi terlupakan," katanya.

Cara lainnya adalah dengan sentuhan. "Sentuhan yang baik itu dengan mengelus pundak kanan dan kiri, mengelus punggung, mengelus kepala bagian belakang, dan mengelus punggung tangan," katanya.

Secara psikologis, kata "trainer" yang sudah menulis buku "Parenting" itu, sentuhan pada bagian-bagian yang diajarkan Nabi Muhammad SAW itu membuat anak menjadi mudah patuh dan merasa bersalah.

"Insya Allah, tiga cara mendidik itu akan membuat anak menjadi baik, tetapi tentu saja dengan mewaspadai musuh yang menjadi tantangan anak sekarang, yakni gadget dan televisi," katanya.
(E011/D007)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger