Home » » Bagaimana jika Letusan Dahsyat Samalas Terulang?

Bagaimana jika Letusan Dahsyat Samalas Terulang?

Written By Dino Cerata on Jumat, 04 Oktober 2013 | 09.35

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
Bagaimana jika Letusan Dahsyat Samalas Terulang?
Oct 4th 2013, 14:11


KOMPAS.com - Hasil penelitian yang dipublikasikan di Proceeding od the National Academy of Sciences, Senin (30/9/2013), mengungkap bahwa gunung Samalas bertanggung jawab atas erupsi misterius pada abad ke 13, memicu musim panas dingin dan gagal panen.

Beradasarkan publikasi itu, Salamas diperkirakan terjadi antara Mei hingga Oktober tahun 1257. Letusan mencapai skala 7. Sebagai perbandingan, letusan Merapi tahun 2010 mencapai skala 4.

Dalam letusan, Samalas melontarkan materi batuan hingga 40 kiometer kubik sementara kolom erupsi terbentuk hingga ketinggian 43 km. Debris letusan mencapai kutub yang kemudian memungkinkan ilmuwan menyimpulkan bahwa Samalas-lah yang berperan.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, mengatakan bahwa hasil penelitian ini menambah "daftar buruk" perilaku gunung api di Indonesia dan juga memasukkan Samalas dalam katalog letusan besar gunung api dunia.

"Indonesia selama ini sudah dikenal dengan letusan besar. Dari Toba, Tambora, hingga Krakatau. Dan, kalau dilihat dalam skala geologi, letusan-letusan di Indonesia itu sangat recent," kata Surono.

Bagaimana bila letusan samalas terulang? Surono mengatakan, bila letusan itu terulang di masa modern, dampaknya tak terkirakan. Letusan Merapi saja sudah mampu membuat 1000 orang mengungsi.

"Kalau letusan seperti Samalas terulang, yang bisa dibayangkan adalah porak poranda. Semua penerbangan lumpuh, tidak beroperasi. Kerugiannya besar," kata Surono saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/10/2013).

Menurut Surono, manusia bisa berharap bahwa letusan seperti Samalas takkan terulang. Namun, kewaspadaan tetap harus dimiliki. Karenanya, penelitian tentang sejarah letusan Samalas perlu dilakukan untuk mengetahui apa yang mungkin terjadi di masa depan.

Surono meyakini, bila gunung di suatu daerah pernah mengalami letusan besar, maka ada potensi anak gunung dari daerah itu juga bisa memicu letusan walau waktunya belum isa diperkirakan.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger