Home » » Universitas Bengkulu Lepas Varietas Jagung Tahan Banting

Universitas Bengkulu Lepas Varietas Jagung Tahan Banting

Written By Dino Cerata on Selasa, 03 September 2013 | 17.22

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
Universitas Bengkulu Lepas Varietas Jagung Tahan Banting
Sep 3rd 2013, 15:07


BENGKULU, KOMPAS.com — Universitas Bengkulu melepas varietas jagung hibrida yang dinamai SP1, SP2, dan Supra 1 ke publik setelah mendapatkan surat keputusan (SK) dari Menteri Pertanian pada bulan Juli 2013.

Varietas hibrida ini merupakan hasil dari riset yang dilakukan selama tujuh tahun oleh Suprapto, PhD, dosen pertanian pengasuh mata kuliah genetika dan pemuliaan Universitas Bengkulu.

Ditemui Kompas.com, Selasa (3/9/2013), Suprapto mengklaim bahwa keunggulan dari varietas jagung SP1, SP2, dan Supra 1 adalah mampu menghasilkan rata-rata 9 ton per hektar. Jumlah ini jauh di atas hasil rata-rata produktivitas nasional jagung, yakni hanya 4,6 ton per tahun dan 3,2 ton per hektar untuk Provinsi Bengkulu.

Selain itu, keunggulan varietas ini adalah sangat tahan terhadap penyakit bulai, karat daun, hawar daun, dan beradaptasi baik di lingkungan asam.

Sejauh ini, setelah mendapatkan SK dari Menteri Pertanian, varietas ini mulai banyak dilirik perusahaan benih nasional.

Selama ini, menurut Suprapto, kebutuhan akan benih jagung di Indonesia mencapai 50.000 hingga 100.000 ton per tahun. Hampir 80 persen pasokan benih itu didapatkan dari impor atau perusahaan-perusahaan benih internasional.

"Dengan ditemukan dan dilepaskan varietas ini ke pasaran, saya berharap ketergantungan akan benih jagung nasional terhadap asing semakin berkurang dan dapat diisi oleh benih-benih lokal," kata Suprapto.

Ia menambahkan, ada tiga karakterisitik jagung yang harus terpenuhi agar hasil maksimal, yakni pada tanah subur, perawatan intensif, dan input pupuk yang tinggi. Namun, dengan SP1, SP 2, dan Supra 1 ketiga karakterisitk tersebut dapat ditekan, terutama pada penggunaan pupuk dan perawatan yang intensif.

"Benih ini tahan banting, tidak perlu pupuk secara berlebihan sehingga biaya perawatan dan modal petani dapat ditekan," tambahnya.

Riset yang dilakukan selama tujuh tahun ini didanai oleh Dikti dan Kementerian Riset dan Teknologi.

Varietas yang dihasilkan dilepas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4543/kpts/SR.120/7/2013 untuk SP1, 4544/kpts/SR.120/7/2013 untuk SP2, dan 4545/kpts/SR.120/7/2013 untuk Supra 1.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger