Home » » Tutup Konvensi, Wamendikbud Minta Publik Tuliskan Manfaat UN

Tutup Konvensi, Wamendikbud Minta Publik Tuliskan Manfaat UN

Written By Dino Cerata on Kamis, 26 September 2013 | 23.21

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Manage your social media

Best social media tool for image publishing to Facebook and Twitter. Look amazing and delight your followers. Get 40% off when you sign up today.
From our sponsors
Tutup Konvensi, Wamendikbud Minta Publik Tuliskan Manfaat UN
Sep 27th 2013, 04:22


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim meminta seluruh pegiat pendidikan menulis manfaat Ujian Nasional (UN) di berbagai surat kabar. Hal ini disampaikan Musliar saat menutup Konvensi UN yang digelar di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (27/9/2013).

Musliar menyampaikan, imbauannya itu ia lontarkan setelah membaca sejumlah pemberitaan mengenai Konvensi UN di beberapa media nasional. Menurutnya, ada ketidakseimbangan antara tulisan dari pihak yang kontra dengan pihak yang mendukung.

"Saya imbau tulis manfaat UN di media, kalau kita yang menuliskan nanti dibilang ada kepentingan, tapi kalau dewan pendidikan atau lainnya kan berbeda," kata Musliar.

Selain itu, kata Musliar, masyarakat yang pro-UN perlu menyampaikan manfaat ujian tersebut untuk mengimbangi kencangnya suara pihak yang menolak. Karena dirinya yakin, pada dasarnya lebih banyak pihak yang setuju UN dilaksanakan, ketimbang yang berpikir sebaliknya.

"Yang menolak UN hanya sedikit, tapi suaranya lebih nyaring dari yang pro. Mudah-mudahan semua dapat menyuarakan (manfaat UN), biar masyarakat bisa mendapat wawasan yang seimbang dan kita yang pro tidak dianggap salah," tandasnya.

Untuk diketahui, hari pertama Konvensi UN diwarnai aksi walk out dari sejumlah peserta. Alasannya, para peserta itu menilai Konvensi UN digelar tak berimbang dan hanya untuk menggiring masyarakat menyetujui UN.

Konvensi UN dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 26 dan 27 September 2013 ini menghadirkan para pegiat pendidikan untuk bersama-sama menentukan format UN yang terbaik pada pelaksanaan UN tahun ajaran ini.

Kemendikbud sudah menggelar Pra-Konvensi UN di tiga kota di Indonesia, yakni Denpasar, Medan, dan Makassar. Ketiga kota itu dipilih dimaksudkan untuk mewakili Indonesia bagian tengah, Indonesia bagian barat, serta Indonesia bagian timur. Pra-Konvensi dari masing-masing daerah membawa usulan manajemen UN, terutama tentang persentase nilai kelulusan. Diusulkan juga masalah pencetakan serta distribusi soal UN, apakah akan dipusatkan atau dilaksanakan di masing-masing provinsi.

Editor : Caroline Damanik

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Ujian Nasional 2013

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger