Home » » Plastik jadi material teknologi tinggi

Plastik jadi material teknologi tinggi

Written By Dino Cerata on Kamis, 26 September 2013 | 01.14

ANTARA News - Teknologi - Sains
News And Service // via fulltextrssfeed.com 
Manage your social media

Best social media tool for image publishing to Facebook and Twitter. Look amazing and delight your followers. Get 40% off when you sign up today.
From our sponsors
Plastik jadi material teknologi tinggi
Sep 26th 2013, 03:37

Jakarta (ANTARA News) - Peneliti dari University of Adelaide, Australia, mengembangkan proses mengubah limbah plastik menjadi teknologi nanomaterial.

Inovasi nanoteknologi ini menggunakan kantong plastik yang tidak bisa terurai secara alami, untuk membuat 'membran karbon nanotube", material dengan berbagai potensi aplikasi seperti penyaringan, penyimpanan energi, dan inovasi biomedical.

"Plastik yang tidak bisa terurai secara alami merupakan ancaman serius  untuk ekosistem alami dan juga menimbulkan masalah pembuangan," kata Profesor Dusan Losic, periset nanoteknologi dari bagian Teknik Kimia universitas tersebut.

"Mengubah limbah melalui 'daur ulang nanoteknologi' memberikan solusi untuk mengurangi polusi lingkungan sekaligus membuat produk bernilai tinggi," tambahnya, seperti yang dikutip dari ScienceDaily.

Karbon nanotube merupakan tabung kecil atom karbon, berdiameter 1 nanometer (1/10.000 diameter rambut manusia). Karbon nanotube merupakan material terkuat yang pernah ditemukan, ratusan kali lebih kuat dari baja tetapi enam kali lebih ringan. Material itu mengandung listrik, panas, dan memiliki potensi riset.

Karbon nanotube telah digunakan di benda eletronik, peralatan olah raga, baterai tahan lama, alat pengindera, dan turbin angin.

Grup Riset Nanoteknologi University of Adelaide telah mengembangkan karbon nanotube menjadi membran nanoporous alumina. Mereka menggunakan kantong plastik yang diuapkan untuk membuat lapisan karbon yang menghubungkan pori-pori di membran untuk membuat silinder kecil (karbon nanotube).

Pasar potensial karbon nanotube bergantung pada kemampuan industri untuk membuatnya dalam jumlah besar, murah, dan seragam. Metode yang digunakan saat ini melibatkan proses dan peralatan yang rumit. Kebanyakan perusahaan baru mampu menghasilkan beberapa gram per hari.

"Di pabrik kami, kami mengembangkan metode baru yang sederhana dengan dimensi dan bentuk yang dapat diatur. Kami juga menggunakan produk limbah sebagai sumber karbon," kata Losic.

Ia mengklaim limbah plastik dapat digunakan tanpa menghasilkan zat beracun.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger