Home » » Pendidikan teknologi robotik kurang diminati

Pendidikan teknologi robotik kurang diminati

Written By Dino Cerata on Sabtu, 14 September 2013 | 01.09

ANTARA News - Teknologi - Sains
News And Service // via fulltextrssfeed.com 
Refresh your vocabulary.

Learn a new word everyday by subscribing to Word of the Day. A great tool if you're studying for the GRE, GMAT or LSAT, or simply want to enhance your lexicon.
From our sponsors
Pendidikan teknologi robotik kurang diminati
Sep 14th 2013, 08:09

Jakarta (ANTARA News) - Pendidikan teknologi robotik kurang diminati baik oleh tenaga pendidik maupun anak didik.

"Peminatnya kurang, pendidikan teknologinya juga kurang diajarkan di sekolah-sekolah," kata Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia Untuk UNESCO pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) Arief Rachman dalam acara Indonesian Robotic Olympiad (IRO) 2013 di Jakarta, Sabtu.

Menurut Arief, pendidikan teknologi yang diterapkan dengan baik bisa memberikan nilai positif seperti kecerdasan emosi, inteligensia, kemampuan bersosial kemasyarakatan dan membuat anak jadi lebih sehat.

"Mereka kuat dalam konsentrasi, penuh ketelitian, presisi serta tidak mudah puas, mau terus mencoba mengembangkan kreatifitas," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Penyelenggara Indonesian Robotic Olympiad 2013 Bambang Rusli juga mengungkapkan kurangnya minat guru-guru sekolah terhadap pendidikan robotik.

"Kami dari Mikrobot juga memberikan pelatihan ilmu robotik kepada pengajar, tapi terkendala pemikiran konservatif mereka (pendidik)," katanya.

Diceritakan Bambang, saat menawarkan untuk memberikan pelatih robotik pada guru-guru di sejumlah sekolah, banyak pendidik yang merasa ilmu robotik tidak berkontribusi langsung pada sekolah.

"Misalnya mereka berpikir 'kalau belajar robotik murid yang masuk ke sekolah kami bertambah atau tidak?' hal-hal yang konservatif seperti itu," katanya.

Belum lagi masalah sumber daya manusia yang kurang memahami soal teknologi robotik yang masih tergolong baru di Indonesia.

"Masih kurang memang kalau dulu. Sekarang sudah sedikit berbeda, masyarakat kini terbuka, tapi masih kurang di SDM," ujarnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger