Home » » Meteorit Ini Membawa Bahan Kehidupan Langka dari Antariksa

Meteorit Ini Membawa Bahan Kehidupan Langka dari Antariksa

Written By Dino Cerata on Selasa, 10 September 2013 | 01.08

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
Meteorit Ini Membawa Bahan Kehidupan Langka dari Antariksa
Sep 10th 2013, 05:10


KOMPAS.com - Ilmuwan menemukan materi kehidupan langka yang belum teridentifikasi pada meteorit yang ditemukan di California, bernama meteorit Sutter's Mill. Meteorit itu jatuh di California pada April 2012 lalu.

Meteorit yang jatuh di Bumi umumnya berasal dari daerah antara orbit Mars dan Jupiter. Berdasarkan teori bahwa kehidupan di Bumi dipicu oleh material kiriman dari luar angkasa, diyakini bahwa meteorit yangb jatuh di Bumi memiliki material organik pemantik kehidupan.

Sandra Pizarello, seorang pakar biokimia dari Arizona State University di Tempe menganalisis kandungan kimia meteorit di California tersebut. Ia menggunakan pelarut khusus yang mampu melarutkan senyawa organik yang terkandung dalam meteorit.

Hasil proses ekstraksi awalnya menunjukkan bahwa meteorit Sutter's Mill itu memiliki lebih sedikit material organik. "Anda mungkin mengatakan bahwa ini mengecewakan," kata Pizarello seperti dikutip Space.com, Senin (9/9/2013).

Namun, saat Pizarello mencoba melarutkan senyawa organik dalam meteorit dalam kondisi menyerupai di ventilasi hidrotermal Bumi, kondisi Bumi yang serupa dengan saat pertama kehidupan muncul, material organik yang dikeluarkan oleh meteorit itu lebih banyak.

Pizarello menemukan material organik di meteorit yang belum pernah terdeteksi sebelumnya. Material itu langka. Dalam publikasi di Space.com, tidak dinyatakan nama dari material organik yang dimaksud oleh hail penelitian ini.

Berdasarkan temuan ini, Pizarello menduga bahwa jumlah material organik di meteorit jauh lebih banyak dari yang diduga ilmuwan selama ini. Hasil penelitian dipublikasikan di Proceedings of the Royal Academy of Sciences, Senin kemarin.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger