Home » » Kemarau Memuncak Bulan September Ini

Kemarau Memuncak Bulan September Ini

Written By Dino Cerata on Selasa, 03 September 2013 | 01.20

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
Kemarau Memuncak Bulan September Ini
Sep 3rd 2013, 05:19


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hariadi, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini tengah mengalami puncak musim kemarau.

"Puncak kemarau September bulan ini," kata Hariadi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/9/2013).

Pada puncak musim kemarau, wilayah Jawa, Lampung, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian selatan akan mengalami udara kering dan panas.

Kemarau tahun 2013 disebut kemarau basah karena masih dihiasi hujan. Namun, selama bulan September, potensi hujan di wilayah-wilayah tersebut sangat kecil.

Wilayah yang masih berpotensi hujan antara lain Sumatera bagian tengah, Kalimantan, serta yang berdekatan dengan ekuator.

Hariadi menungkapkan, suhu panas selama puncak kemarau dipengaruhi oleh stabilitas udara.

"Saat ini angin yang bertiup adalah angin kering dari Australia. Ini artinya Indonesia sudah memasuki musim kemarau," jelas Hariadi.

"Karena tidak banyak kelembaban, tidak ada yang memengaruhi labilitas udara. Jadi, udara di tempat tertentu cenderung stabil, tidak bergerak," tambahnya.

"Udara yang tidak bergerak itu terus dipanasi oleh Matahari sehingga kita merasakan udara yang kering dan panas," kata Hariadi.

Hariadi menambahkan, suhu panas juga bisa dipengaruhi oleh pergerakan semu Matahari.

Matahari mengalami gerak semu tahunan. Matahari bergerak dari 23,5 Lintang Utara, menuju ekuator, berlanjut ke 23,5 Lintang Selatan, dan kemudian berbalik.

Saat ini, Matahari tengah bergerak menuju wilayah ekuator. Matahari akan sampai di ekuator antara 21-22 September 2013. Akibatnya, panas yang diterima wilayah Indonesia selama September intens.

Menurut Hariadi, suhu memang akan meningkat, namun tidak akan mencapai titik yang bisa disebut ekstrem.

"Akan meningkat sampai 31-32 derajat Celsius. Di perkotaan bisa 34-35 derajat Celsius," katanya.

Hariadi mengungkapkan, kemarau yang benar-benar kering ini tak akan berlangsung lama. Mulai bulan Oktober nanti, potensi hujan akan meningkat lagi.

BMKG memang belum merilis keterangan akan tepat atau mundurnya musim hujan. Namun, Hariadi mengatakan bahwa pada bulan Oktober, Indonesia sudah pasti memasuki masa transisi menuju musim hujan.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger