Home » » JK: UN Tingkatkan Minat Belajar Siswa

JK: UN Tingkatkan Minat Belajar Siswa

Written By Dino Cerata on Kamis, 26 September 2013 | 07.20

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Shop the Official Crayola Store

Find art supplies for outdoor play, coloring books for indoor play and lots more. Visit our colorful online store today.
From our sponsors
JK: UN Tingkatkan Minat Belajar Siswa
Sep 26th 2013, 10:53


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa Ujian Nasional (UN) dapat menggenjot semangat siswa untuk belajar. Pasalnya, para siswa tersebut akan berusaha sekuat mungkin memeroleh nilai sesuai ambang batas kelulusan UN.

"Kalau ada UN masih enggak belajar, apalagi kalau enggak ada UN," kata pria yang akrab disapa JK ini seusai memberi paparan di acara Konvensi UN, di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (26/9/2013).

Menurutnya, saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Presiden, ada beberapa daerah yang memiliki kultur belajar rendah bila dibandingkan dengan daerah lain. Salah satu pemicunya adalah sistem evaluasi pendidikan nasional melalui UN belum berjalan seperti sekarang.

Namun saat ini, JK menilai kultur belajar siswa di Indonesia telah banyak mengalami peningkatan. Sejalan dengan semangat pemerintah untuk meningkatkan fasilitas pendidikan dan mutu tenaga pengajarnya.

FERGANATA INDRA RIATMOKO Pelajar mengerjakan soal Ujian Nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri Sompok, Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (6/5/2013). Ujian Nasional untuk murid SD berlangsung selama tiga hari dengan mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO


"Sekarang semangat belajar juga naik. Negara maju seperti Amerika juga ada evaluasi seperti ini (UN)," ujarnya.

Sebelumnya, saat memberi paparan tentang peran strategis UN sebagai pengendali mutu pendidikan di acara Konvensi UN, JK menyampaikan, UN sejak awal sengaja digelar untuk tujuan yang baik. Ia sangat yakin, secara bertahap, manfaat positif dalam UN akan nampak dengan sendirinya.

Kalaupun ada yang harus dievaluasi, lanjutnya, posisinya hanya pada evaluasi teknis penyelenggaraan UN. Ia menyoroti masih banyak hal yang harus diperkuat dalam hal pencetakan dan pendistribusian soal, serta dalam menutup celah terjadinya praktik kecurangan.

Menurut JK, UN bukanlah hal baru di Indonesia. Karena di medio 1960-an, evaluasi pendidikan serupa juga pernah digelar dengan nama ujian negara, meski berubah nama menjadi Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) dan kini menjadi Ujian Nasional (UN). Ia menegaskan, semua perubahan itu hanya memiliki satu maksud, yakni untuk memperbaiki sistem dan hasil pendidikan nasional. Ia menjamin, di berbagai negara maju di dunia juga ada evaluasi seperti UN yang digelar di Indonesia.

"Kalau ada yang harus dievaluasi itu hanya hal-hal teknis, tapi bukan untuk mengubah hal-hal penting. Maka kalau ada yang mengatakan UN harus dihentikan, itu keliru," tandasnya.

Konvensi UN dirancang oleh Kemendikbud. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 26 dan 27 September 2013 ini menghadirkan para pegiat pendidikan untuk bersama-sama menentukan format UN yang terbaik pada pelaksanaan UN tahun ajaran ini.

Kemendikbud sudah menggelar Pra-Konvensi UN di tiga kota di Indonesia, yakni Denpasar, Medan, dan Makassar. Ketiga kota itu dipilih dimaksudkan untuk mewakili Indonesia bagian tengah, Indonesia bagian barat, serta Indonesia bagian timur.

Pra-Konvensi dari masing-masing daerah membawa usulan manajemen UN, terutama tentang persentase nilai kelulusan. Diusulkan juga masalah pencetakan serta distribusi soal UN, apakah akan dipusatkan atau dilaksanakan di masing-masing provinsi.

Editor : Caroline Damanik

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Ujian Nasional 2013

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger