Home » » Dulu, Ada Buaya Sebesar Bus Hidup di Muka Bumi

Dulu, Ada Buaya Sebesar Bus Hidup di Muka Bumi

Written By Dino Cerata on Minggu, 01 September 2013 | 07.29

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
Dulu, Ada Buaya Sebesar Bus Hidup di Muka Bumi
Sep 1st 2013, 11:50


KOMPAS.com - Armadillo sebesar mobil Volkswagen, buaya seukuran bus, harimau bergigi pedang, dan mastodon seberat 6 ton pernah hidup di muka Bumi, tepatnya di wilayah Amerika Selatan purba.

Bukti-vukti dari keberadaan hewan-hewan raksasa tersebut ditemukan lewat penggalian di Venezuela, dimana perusahaaan yang tengfah melakukan eksplorasi justru menemukan kekayaan masa lalu itu.

Sejumlah fosil yang menjadi bukti keberadaan megafauna itu kini disimpan oleh Venezuealan Institute for Scientific Research. Fosil berusia 14.000 hingga 370 juta tahun.

Ascania Rincon, kepala Laboratorium Palaentologi lembaga tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan kepala-kepala besar dari makhluk tersebut.

"Yang kurang adalah bukti yang mendukung akan adanya manusia yang memburu megafauna itu, serta kurangnya bukti fosil manusia," kata Rincon seperti dikutip Daily Mail, Sabtu (31/8/2013).

Venezuela memang wilayah yang kaya akan peninggalan kehidupan masa lampau. Ilmuwan harus dengan telaten mengungkapnya.

Bukan hal mudah mengungkap jenis dari suatu hewan purba. Setelah fosil ditemukan, fosil harus dibersihkan, dikirim ke laboratorium dan dibandingkan dengan fosil lain.

"Bayangkan sebuah puzzle dengan 5000 keping dan Anda [unya 200 keping untuk diinterpretasikan serta membawanya pada kesimpulan ilmiah yang bisa dipercaya," kata Rincon.

Untuk mengidentifikasi harimau bergigi pedang yang dinamai Homotherium venezuelensis, ilmuwan membutuhkan empat tahun setelah penemuan fosilnya sendiri.

Lewat penelitian palaentologi, Rincon dan peneliti di laboratoriumnya yang hanya 5 orang hendak mengajak publik peduli mengetahui apa yang ada pada masa lalu dan sadar perlunya menjaga yang ada saat ini.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger