Home » » Dikaji, Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Dikaji, Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Written By Dino Cerata on Senin, 02 September 2013 | 09.27

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
Dikaji, Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Mitigasi Perubahan Iklim
Sep 2nd 2013, 14:26


JAKARTA, KOMPAS.com - Potensi aplikasi teknologi keantariksaan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim didiskusikan dalam konferensi internasional "Integrated Space Technology Application to Climate Change" yang diadakan di Jakarta, Senin (2/9/2013).

Seminar diselenggarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA). Konefernsi akan berlangsung hingga 4 September 2013 mendatang.

Juan Carlos Villagran dari UNOOSA mengatakan bahwa perubahan iklim telah memengaruhi berbagai segi kehidupan. Ia mengatakan, teknologi antariksa memiliki peluang untuk membantu mitigasi dan adaptasi dari perubahan iklim.

"Dengan teknologi antariksa kita bisa mengetahui wilayah mana yang paling rawan terdampak perubahan iklim. Misalnya dengan kenaikan air laut, mana yang akan paling terpengaruh," ungkap Villigran dalam konferensi pers.

"Dalam konferensi ini kita akan mencoba mengidentifikasi apa saja yang mungkin dibantu dengan teknologi antariksa. Kita akan coba jajaki juga kemungkinan pilot project yang bisa dibuat nantinya," imbuh Villagran.

Kepala LAPAN, bambang S Tejasukmana, mengungkapkan bahwa teknologi antariksa, seperti penggunaan satelit, sebenarnya telah dipakai untuk memantau beberapa parameter terkait perubahan iklim, misalnya kekeringan, kandungan gas rumah kaca di atmosfer, serta curah hujan.

"Kita memantau kekeringan dan curah hujan. Ini sangat berpengaruh juga dalam pertanian sehingga dari data yang dihasilkan kita bisa bicara tentang ketahanan pangan," kata Bambang. Hal lain seperti kenaikan muka air laut, suhu air laut, juga bisa dipantau.

Salah satu hal yang bisa dieksplorasi adalah pemantaan teknologi antariksa untuk mengukur stok karbon. Dipadukan dengan pengukuran kedalaman gambut misalnya, teknologi antariksa mampu menganalisis luas lahan gambut dengan akurat dan memerkirakan stok karbon di wilayah itu.

Ke depan, yang bisa dijajaki adalah kerjasama pemakaian teknologi antariksa antar-negara. Indonesia sendiri akan terus meningkatkan kapasitas dalam teknologi antariksa. Tahun 2019, direncanakan Indonesia punya satelit nasional yang pengembangannya memakan dana Rp 2 triliun.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger