Home » » Yerusalem segera buka rumah sakit peninggalan Perang Salib

Yerusalem segera buka rumah sakit peninggalan Perang Salib

Written By Dino Cerata on Rabu, 07 Agustus 2013 | 06.06

ANTARA News - Teknologi - Sains
News And Service // via fulltextrssfeed.com 
Yerusalem segera buka rumah sakit peninggalan Perang Salib
Aug 7th 2013, 10:22

Ilustrasi artis laskar Kristen, Ordo Ksatria Templar, dalam satu kastil di Yerusalem pada Perang Salib. Tercatat empat kali terjadi Perang Salib, dimulai pada Perang Salib pada 1095 Masehi, dan terakhir pada 1291. Yang paling terkenal adalah kehadiran Raja Inggris, Richard Hati Singa, pada Perang Salib III melawan pasukan muslim dipimpin Sultan Shalahuddin. (haroky2000.wordpress.com)

... ksatria Kristen budiman ini bersumpah untuk merawat dan mengawasi peziarah, dan bila diperlukan, bergabung dengan pejuang sebagai pasukan elit... "

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Satu rumah sakit besar yang dulu digunakan untuk menampung tentara pasien Perang Salib akan segera dibuka di Yerusalem, sebagaimana diungkap Israeli Antiqities Authority (IAA).

Hingga sekitar sepuluh tahun yang lalu, bangunan itu digunakan sebagai pasar buah dan sayuran di Kota Tua Yerusalem. Padahal, dulunya tempat itu diyakini dipenuhi pasien dan dokter saat masa Perang Salib.

Ketika satu perusahaan pengembang berniat mengubah bangunan itu menjadi restoran, IAA meminta ahli arkeologi menyelidiki banguan tua berusia 900 tahun itu. 

Hanya beberapa bagian bangunan yang terungkap saat penggalian baru-baru ini. Kompleks medis itu dulu mencakup 1,5 hektar.

Rumah sakit itu dibangun oleh laskar Kristen, Ordo Santo Yohanes (Order of Saint John), di Yerusalem, yang juga dikenal dengan nama Knight Hospitallers.

Mereka merawat siapa saja, tanpa melihat agama yang dianut pasien; termasuk menampung anak-anak yatim-piatu. 


"Para ksatria Kristen budiman ini bersumpah untuk merawat dan mengawasi peziarah, dan bila diperlukan, bergabung dengan pejuang sebagai pasukan elit," kata direktur ekskavasi, Renee Forestany dan Amit Re'em, seperti yang dilaporkan Live Science.

Kebanyakan informasi mengenai rumah sakit itu, yang berpilar besar dan memiliki kubah setinggi enam meter, didapat ahli arkeologi melalui dokumen sejarah. 

Sama dengan rumah sakit modern, bangunan tua ini juga memiliki sayap yang mampu menampung 2.000 pasien saat darurat, kata para peneliti.

Meski memiliki bangunan yang megah, praktek medis kala itu tergolong kasar untuk ukuran saat ini. Peneliti menunjukan salah satu riset mereka tentang seorang dokter masa Perang Salib yang mengamputasi kaki seorang pejuang karena luka yang terinfeksi. 

"Tak perlu dikatakan lagi, pasiennya meninggal," kata IAA.

Saladin, pemimpin muslim, membiarkan sekelompok biarawan untuk mengelola rumah sakit itu meski ia telah mengusir tentara Perang Salib dari Yerusalem pada 1187. 

Ahli arkeologi berpendapat rumah sakit terus beroperasi hingga gempa bumi pada 1457 menghancurkan sebagian besar bangunan.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger