Home » » Hujan Meteor Perseid Malam Ini Juga Bisa \"Dilihat\" lewat Radio

Hujan Meteor Perseid Malam Ini Juga Bisa \"Dilihat\" lewat Radio

Written By Dino Cerata on Minggu, 11 Agustus 2013 | 21.16

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
Hujan Meteor Perseid Malam Ini Juga Bisa \"Dilihat\" lewat Radio
Aug 12th 2013, 03:32


KOMPAS.com - Senin (12/8/2013) malam ini hingga Selasa (13/8/2013) dini hari, hujan meteor Perseids memuncak. Sejumlah 100 meteor bisa disaksikan setiap jamnya dan diprediksi banyak meteor akan berupa bola api, lebih besar dan terang daripada meteor biasa.

Namun, bagaimana bila langit mendung? Bisakah manusia di Bumi menyadari meteor-meteor yang tiba di atmosfer Bumi?

Umumnya, diketahui bahwa bila langit mendung, manusia takkan bisa melihat hujan meteor. Tapi, seperti diberitakan Discovery, Senin (5/8/2013), hujan meteor ternyata bisa "dilihat" dengan radio. Bagaimana caranya?

Mudah. Langkah pertama adalah mencari frekuensi dari stasiun radio FM tertentu yang bisa ditangkap di tempat lain berjarak 1000 kilometer namun tidak bisa ditangkap dari tempat Anda.

Tepat saat puncak hujan meteor, tune in pada frekuensi tersebut. Lalu, dengarkan baik-baik. Saat meteor datang, Anda akan menyadari ada suara desis. Saat-saat tertentu, mungkin akan ada suara ledakan atau suara seperti peluit ditiup.

Kehadiran meteor bisa ditangkap radio sebab meteor mengionisasi gas saat masuk ke atmosfer, menciptakan jejak ionisasi. Gelombang radio memantulkan jejak itu sehingga bisa ditangkap dalam bentuk bunyi.

Dengan cara ini, kehadiran meteor bisa disadari dengan cara alternatif, bukan dengam melihatnya secara langsung melainkan dengan mendengarkannya. Selain itu, dengan cara ini pengamatan meteor juga bisa dilakukan di tempat yang nyaman, seperti dari dalam mobil atau teras rumah.

Hujan meteor Perseid telah diamati sejak 2.000 tahun yang lalu. Hujan meteor kali ini berasal dari partikel debu yang sudah berusia 1.000 tahun.

Hujan meteor Perseid sendiri terjadi ketika Bumi melewati wilayah yang padat partikel debu sisa komet Swift Tuttle. Hujan meteor ini tampak seolah-olah berasal dari rasi Perseus, karenanya dinamai hujan meteor Perseid.

Meteor dalam hujan meteor ini akan bergerak dengan kecepatan 60 km/detik, jauh lebih cepat dari gerak peluru yang cuma 1 km/detik.

Siap menyaksikan hujan meteor Perseid dan mencoba cara baru menyaksikannya? Baik dengan cara pengamatan langsung maupun menggunakan radio, waktu paling tepat untuk melakukannya adalah saat dini hari. Cari tempat yang lapang, gelap dan cukup tenang sehingga kehadiran meteor dengan lebih mudah disaksikan. (Dyah Arum Narwastu)

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger