Jakarta, KompasOtomotif – Tidak mudah bagi PT Garuda Mataram Motor (GMM) mendatangkan VW Tiguan 1.4 TSI ke Indonesia. Spesifikasi dari VW AG Jerman, tidak bisa dicomot begitu saja. Harus dilakukan penyesuaian agar bisa digunakan secara normal.
Bagian yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia adalah harga (memilih kapasitas mesin dan perlengkapan mobil), mesin (bahan bakar yang akan digunakan), suspensi dan AC.
"Prosesnya cukup lama. Kami harus menunggu adjusment yang dilakukan VW Jerman untuk pasar Indonesia. Persiapannya lebih detil hingga akhirnya kami bisa menjualnya mulai minggu depan. Padahal sudah dirilis sejak IIIMS 2012 silam," ujar Andrew Nasuri, CEO GMM.
Proses paling lama, mengubah setelan mesin. Andrew menegaskan, tidak ada yang dikurangi secara spesifikasi, hanya penyesuaian. Mesin Tiguan yang sudah berstandar emisi EURO6, diturunkan agar bisa menjadi EURO2, sesuai dengan standar di sini.
Meski demikian, bukan berarti GMM menghalalkan mesin SUV meneguk bensin Premium. Tetap disarankan menggunakan bensin dengan RON95 atau Pertamax Plus. Premium hanya dalam kondisi darurat!
"Sekarang mesin Tiguan bisa minum Permium. Namun hanya untuk kondisi darurat. Kalau terus-terusan pasti timbul masalah," tegas Andrew.
Penyesuaian kedua, suspensi. Peredam kejut mobil ini sudah lebih kuat untuk menerima kondisi jalan Indonesia yang mayoritas tidak pernah mulus. Ketiga adalah penyesuaian untuk AC, termostat diganti agar suhu ruangan selalu dingin meski cuaca sangat terik.
"Terus terang ini hambatan buat kami untuk mengeluarkan tipe baru. Jika tidak disesuaikan, harganya pasti lebih mahal," tutup Andrew.
0 komentar:
Posting Komentar