Home » » Mahasiswa SGU raih hak paten teknologi pangan

Mahasiswa SGU raih hak paten teknologi pangan

Written By Dino Cerata on Jumat, 04 Januari 2013 | 08.08

ANTARA News - Teknologi - Sains
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Mahasiswa SGU raih hak paten teknologi pangan
Jan 4th 2013, 15:46

ilustrasi Dua orang buruh perempuan menyaring larutan Singkong dalam proses pembuatan tepung Tapioka di Tarokan, Kediri, Jawa Timur. (FOTO ANTARA/Arief Priyono)

Produk yang meraih hak paten tersebut adalah modifikasi tepung tapioka untuk bahan isian makanan olahan seperti bakso atau `chicken nuggets` (ayam olahan),"

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Mahasiswa Swiss German University (SGU), sebuah universitas swasta bertaraf internasional pertama di Indonesia yang di akui oleh DIKTI, berhasil meraih hak paten di bidang teknologi pengolahan pangan.

"Produk yang meraih hak paten tersebut adalah modifikasi tepung tapioka untuk bahan isian makanan olahan seperti bakso atau `chicken nuggets` (ayam olahan)," kata mahasiswa SGU peraih hak paten, Sanfianti Kohar, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Jumat.

Tepung tapioka yang sudah dimodifikasi (modified starch) adalah salah satu bahan utama penting dalam industri pembuatan bakso dan chicken nuggets.

Selama ini untuk tepung tersebut pabrik-pabrik di Indonesia mendapatkannya dengan cara impor dari Jerman dan Amerika Serikat.

Fakta awal inilah yang kemudian membuat Sanfianti dibantu oleh dua peneliti seniornya untuk membuat tepung yang bisa menggantikan tepung impor tersebut.

Dalam penelitiannya, Sanfianti dibantu oleh Dr. Maruli Panjaitan, Head of Biomedical Engineering SGU, dan Dr. LBS Kardono, seorang peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Hasil penelitian kami ini adalah jawaban untuk industri pengolahan makanan di Indonesia, menekan biaya produksi, mengurangi impor, dan melepaskan Indonesia dari ketergantungan pada produk asing," kata Dr Maruli Panjaitan.

Setelah hak Paten ini diperoleh, saat ini beberapa nama besar industri pengolahan makanan di Indonesia mulai tertarik dan mengajukan kerjasama dengan universitas yang berlokasi di BSD itu untuk mengambil produk tersebut sebagai bahan produksi mereka.

Sanfianti yang berasal dari Jurusan Food Technology itu mengaku bangga dengan pencapaiannya tersebut.

"Saya bangga, sekaligus bersyukur hasil kerja keras dan penelitian saya di akui oleh Dirjen HAKI," katanya.
(H016/E008)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger