Home » » Kemdikbud prioritaskan pendirian PTN di perbatasan

Kemdikbud prioritaskan pendirian PTN di perbatasan

Written By Dino Cerata on Kamis, 03 Januari 2013 | 03.06

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Kemdikbud prioritaskan pendirian PTN di perbatasan
Jan 3rd 2013, 09:35

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhammad Nuh (FOTO ANTARA/Regina Safri)

Negara harus hadir di daerah perbatasan

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan pihaknya memprioritaskan pendirian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di daerah perbatasan.

"Untuk daerah perbatasan, tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat. Negara harus hadir di daerah perbatasan," ujar Mendikbud di Jakarta, Kamis.

Penyelenggaraan pendidikan tinggi di daerah perbatasan, lanjut dia, tidak bisa ditanggung sendiri oleh masyarakat.

"Kita tidak ingin nantinya adik-adik di perbatasan malah kuliah di negara tetangga. Kalau bisa mereka (warga negara tetangga-red) yang belajar di tempat kita," tambah dia.

Beberapa perguruan tinggi di perbatasan, tambah dia, sudah dijadikan negeri yakni Merauke dan Sangihe. Ke depannya, Kemendikbud akan mengalih statuskan satu perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur.

Disinggung mengenai kekhawatiran PTN akan menggusur PTS, Nuh mengatakan hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

"PTN itu mempunyai misi yang sama yakni menyelenggarakan pendidikan bagi generasi muda yang jumlahnya besar," tambah dia.

PTS tidak perlu khawatir karena jumlah generasi muda yang banyak. PTN, lanjut Nuh, bisa menjadi pembanding sekaligus mitra untuk meningkatkan kualitas untuk pelayanan yang lebih baik.

Selain itu juga didirikan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di sejumlah pulau-pulau besar di Tanah Air.

Untuk tahap awal, Kemdikbud mendirikan ISBI di Papua. Selanjutnya akan dibangun di Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

"ISBI didirikan agar adik-adik kita tidak terlalu kering dengan hanya belajar teknik. Seni budaya sifatnya bukan menyeragamkan tapi keanekaragaman," kata mantan Rektor ITS itu.
(I025)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger