Home » » Bahasa Daerah Bisa Tetap Diajarkan

Bahasa Daerah Bisa Tetap Diajarkan

Written By Dino Cerata on Kamis, 03 Januari 2013 | 22.01

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Bahasa Daerah Bisa Tetap Diajarkan
Jan 4th 2013, 06:01

Bahasa Daerah Bisa Tetap Diajarkan

Penulis : Riana Afifah | Jumat, 4 Januari 2013 | 12:28 WIB

Dibaca:

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta mengikuti kirab budaya di kampus mereka di kawasan Karangmalang, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (7/12/2012). Kegiatan tersebut untuk memprotes rencana penghapusan muatan lokal bahasa daerah pada perubahan kurikulum yang akan datang.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sudah pernah dijelaskan sebelumnya, kedudukan mata pelajaran Bahasa Daerah pada kurikulum 2013 masih terus menjadi pertanyaan bagi para guru di daerah. Bahkan guru di Jawa Barat telah melayangkan surat pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait hal ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa mata pelajaran bahasa daerah tidak akan dihapus dalam penerapan kurikulum baru. Untuk itu, para guru tidak perlu khawatir dengan hal ini.

"Dalam kurikulum baru itu ada seni budaya dan prakarya yang masuk muatan lokal. Bahasa daerah itu bisa dimasukkan ke situ," kata Nuh saat dijumpai di Gedung D Dikti, Jakarta, Kamis (3/1/2013).

Ia juga menegaskan bahwa sesuatu yang berkaitan dengan pengembangan budaya lokal dan kearifan lokal tetap terbuka untuk diaplikasikan dalam kurikulum. Untuk itu, mata pelajaran bahasa daerah bagi provinsi yang memang memilikinya tetap diberi ruang untuk menambahkan dalam struktur kurikulum baru.

"Posisinya tetap akan sejajar dengan mata pelajaran lain. Jadi tidak ada yang dihapus," tandasnya.

Seperti diketahui, para guru banyak yang khawatir dengan keberadaan mata pelajaran bahasa daerah dalam kurikulum baru yang akan dijalankan pada Juli mendatang. Pasalnya, bahasa daerah ini merupakan akar budaya yang penggunaannya justru sudah sangat minim di kalangan anak sekola: sehingga salah satu melestarikannya dengan cara tidak menghilangkan bahasa daerah pada kurikulum baru.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger