Home » » Bahasa Aborigin Dipelajari di Sekolah Australia

Bahasa Aborigin Dipelajari di Sekolah Australia

Written By Dino Cerata on Jumat, 04 Januari 2013 | 02.03

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Bahasa Aborigin Dipelajari di Sekolah Australia
Jan 4th 2013, 10:03

KOMPAS.com - Di dalam sebuah sekolah menengah di Sydney barat, Noeleen Lumby seorang guru meminta muridnya untuk mengingat nama untuk binatang yang telah digunakan selama ratusan tahun oleh orang Wiradjuri dalam bahasa Aborigin.

Disaat dia memegang mainan yang mewakili sejumlah binatang asli Australia, termasuk kangguru, emu dan kakatua, kelas yang terdiri dari 25 siswa ini - kebanyakan berasal dari Vietnam dan Kamboja - menyebutnya dengan bahasa kuno.

''Saya menyukai ini karena bisa belajar keterampilan baru dan bisa belajar beberapa bahasa asli,'' kata Tien Nguyen seorang pelajar berusia 12 tahun.

"Saya rasa penting bagi anak-anak untuk belajar bahasa dan budaya pada saat yang bersamaan,'' kata Lumby kepada AFP.

"Dan karena kebanyakan siswa yang saya didik adalah non-Aborigin, kami memberikan pengetahuan keragamaan budaya sepanjang Australia," lanjutnya.

Hanya sedikit dari 1.110 pelajar di Sekolah Menengah St. John's Park yang merupakan orang Aborigin asli.

Minim sumber daya

Aborigin Australia dahulu memiliki 250 hingga 270 bahasa yang berbeda, tetapi sekarang diperkirakan kurang dari 70 yang masih digunakan dalam percakapan sehari-hari.

"Kami kehilangan bahasa itu karena banyak anak-anak yang tidak belajar bahsa orang tua mereka, atau mereka mempelajari dalam bentuk bahasa Aborigin Inggris,'' kata pengajar di Universitas Sydney John Hobson.

"Australia saat ini mendekati rekor dunia untuk kepunahan bahasa asli,'' tambahnya.

Hobson mengatakan di saat sejumlah kecil sekolah di kawasan terpencil Aborigin menggelar kelas dengan menggunakan bahasa asli, bahasa Inggris - yang dibawa Inggris lebih dari 200 tahun lalu - menjadi bahasa instruksi resmi di Australia.

Meski pengajaran bahasa asli mengalami peningkatan, banyak komunitas Aborigin yang secara geografi terisolasi berjuang untuk tetap menghidupkan bahasa mereka. Masalah penting yang dihadapi adalah minimnya sumber daya, baik buku pelajaran termasuk guru penutur.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger