Home » » UN dan UKG Tak Sinkron Tunjukkan Ada Kecurangan

UN dan UKG Tak Sinkron Tunjukkan Ada Kecurangan

Written By Dino Cerata on Kamis, 27 Desember 2012 | 03.56

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
UN dan UKG Tak Sinkron Tunjukkan Ada Kecurangan
Dec 27th 2012, 11:56

UN dan UKG Tak Sinkron Tunjukkan Ada Kecurangan

Penulis : Riana Afifah | Kamis, 27 Desember 2012 | 17:45 WIB

Dibaca:

KOMPAS.com/Taufiqurrahman Ilustrasi: pengawas ujian nasional.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang berlangsung pada Agustus hingga November lalu terbukti rendah dan hanya berkisar pada angka rata-rata 42. Sementara hasil Ujian Nasional (UN) yang dikerjakan oleh para siswa menunjukkan hasil berbanding terbalik. Kelulusan UN 2012 mencapai 99 persen di seluruh Indonesia.

Sekretaris Jendral Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengatakan bahwa data hasil UKG dan UN yang tak berbanding lurus ini mengindikasikan UN yang selama ini diselenggarakan penuh kecurangan. Bahkan dengan UN ini justru membentuk karakter manipulatif dari para peserta didik.

"Bagaimana mungkin para guru mutu rendah ini bisa menghasilkan siswa yang kelulusan UN mencapai 99 persen di seluruh Indonesia? Jelas ada kecurangan," kata Retno, saat jumpa pers Catatan Akhir Tahun 2012 FSGI di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta, Kamis (27/12/2012).

Meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersikeras membantah adanya kecurangan dalam pelaksanaan UN, kebijakan yang diambil dalam UN 2013 dengan mengeluarkan 20 variasi soal dalam satu kelas ini justru menunjukkan sebenarnya pihak kementerian mengakui adanyan kecurangan dalam UN.

"Ini lucu kan. Katanya tidak ada kecurangan dalam UN tapi soal dibikin banyak variasi dengan alasan agar siswa fokus. Berarti pemerintah sebenarnya tahu kalau sebenarnya ada kecurangan," jelas Retno.

Ia menambahkan bahwa kecurangan UN ini sudah dan terjadi secara sistemik serta masif. Dengan adanya berbagai macam kecurangan ini, bagaimana bisa UN dijadikan pemetaan kualitas pendidikan. Semestinya pemerintah mau melihat fenomena yang terjadi ini.

"Sebenarnya kan waktu digugat di Mahkamah Agung itu sudah kalah. Tapi masih saja terus dilanjutkan. Ini karena nilai proyek UN yang besar," ungkap Retno.

"Variasi soal ini juga bentuk dari proyek. Karena berarti penggandaan soalnya kan akan lebih banyak," tandasnya.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger