Home » » Tunda Implementasi Kurikulum Pendidikan

Tunda Implementasi Kurikulum Pendidikan

Written By Dino Cerata on Jumat, 28 Desember 2012 | 08.07

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Tunda Implementasi Kurikulum Pendidikan
Dec 28th 2012, 16:07

Perubahan Kurikulum

Tunda Implementasi Kurikulum Pendidikan

Penulis : Ester Lince Napitupulu | Jumat, 28 Desember 2012 | 22:23 WIB

Dibaca:

M.LATIEF/KOMPAS IMAGES Ilustrasi guru.

JAKARTA, KOMPAS.com- Kesiapan implementasi kurikulum baru pada Juli 2013 dipertanyakan. Berbagai organisasi guru pesimis soal implementasi kurikulum baru karena melihat ketidakberhasilan yang memprihatinkan dalam beberapa perubahan kurikulum, termasuk kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Oleh karena itu, pemerintah diminta tidak perlu tergesa-tegesa melaksanakan Kurikulum 2013 jika memang belum siap. "Pelaksanaan/implementasi hendaknya ditunda. Sebab, Indonesia sangat luas dan beragam, tidak hanya Pulau Jawa," kata Sulistiyo, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dalam refleksi pendidikan akhir tahun di Jakarta, Jumat (28/12/2012).

"Perubahan kurikulum merupakan kebutuhan memang benar. Akan tetapi, bukan asal berubah, apalagi jika hanya untuk kepentingan pencitraan atau berdimensi politis," kata Sulistiyo.

Guntur Ismail, Pesidium Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), mengatakan, yang diperlukan saat ini untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia adalah membenahi guru.

Pemerintah justru harus berupaya meningkatkan kapasitas guru dan membenahi lembaga pendidik tenaga kependidikan yang merupakan pabrik yang memproduksi guru.

"Jika guru berkualitas, kurikulum seperti apapun dapat dijalankan. Sebaliknya, jika guru tidak berkualitas kurikulum sebagus apapun hanya akan menjadi dokumen," kata Guntur.

Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Iwan Hermawan mengatakan, pelaksanaan kurikulum baru sebaiknya ditangguhkan sampai tahun 2014 karena perlu uji publik yang lebih matang.

"Dalam persiapan guru juga tidak sekedar asal dilatih. Perlu persiapan dan pelatihan yang terstruktur dan berkesinambungan bagi guru paling sedikit satu tahun," jelas Iwan.

Editor :

Tjahja Gunawan Diredja

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger