Home » » Mahasiswa Indonesia bedah buku Mesuji di Malaysia

Mahasiswa Indonesia bedah buku Mesuji di Malaysia

Written By Dino Cerata on Jumat, 14 Desember 2012 | 18.12

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Mahasiswa Indonesia bedah buku Mesuji di Malaysia
Dec 14th 2012, 23:22

Negara wajib melindungi dan memberikan jaminan hak-hak warga negara. Pengabaian hak-hak warga negara seperti yang dialami warga Moromoro menunjukkan kealpaan negara. Negara ada tapi tidak hadir."

Berita Terkait

Video Terkait

Bandarlampung (ANTARA News) - Persatuan Pelajar Indonesia Universitas Kebangkitan Malaysia (PPI-UKM) menggelar bedah buku "Terasing di Negeri Sendiri" tentang pengabaian hak-hak konstitusional warga Moromoro di Kabupaten Mesuji, Lampung.

Penulis buku itu, Oki Hajiansyah Wahab, dalam penjelasan tertulis diterima di Bandarlampung, Jumat, menjelaskan acara bedah buku itu berlangsung di Auditorium Siswa Pusanika UKM dengan moderator Sekretaris PPI UKM Zulham Yamamtoto.

"Acara ini dihadiri sekitar 100-an mahasiswa UKM asal Indonesia dan merupakan kerja sama Indepth Publishing dan PPI UKM yang diharapkan akan terus terjalin," ujar Oki.

Dia menyambut gembira bedah buku "Terasing di Negeri Sendiri" yang diadakan di berbagai daerah dan juga negara itu.

"Saya melakukannya sebagai tanggung jawab intelektual dan upaya mendorong transformasi sosial bagi masyarakat Moromoro," kata Oki yang juga pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung itu pula.

Kandidat doktor ilmu politik Harya Ramdhoni yang turut menjadi pembicara bedah buku itu menjelaskan bahwa penyelesaian konfik di Mesuji yang rumit juga disebabkan konstelasi politik di tingkat lokal.

Ramdhoni yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (Unila) itu memaparkan bahwa penyelesaian konflik di Mesuji membutuhkan komitmen pemerintah daerah.

"Konstelasi politik elit lokal menyebabkan persoalan ini tidak tertangani dengan baik," ujar dia.

Pembahas buku lainnya, Lungid Ismoyoputro, mahasiswa program master hukum menjelaskan bahwa dalam kasus yang dialami masyarakat Moromoro semestinya menjadi sinyalemen pemerintah untuk kembali pada amanat konstitusi.

"Negara wajib melindungi dan memberikan jaminan hak-hak warga negara. Pengabaian hak-hak warga negara seperti yang dialami warga Moromoro menunjukkan kealpaan negara. Negara ada tapi tidak hadir," kata dia pula.

Ketua PPI UKM, Satria, menyambut baik acara tersebut.

Diskusi-diskusi semacam itu diperlukan agar mahasiswa Indonesia memahami bahwa banyak persoalan yang terjadi di Indonesia, sehingga kelak setelah selesai studi dapat menggunakan ilmunya untuk melakukan transformasi sosial.

Selain menggelar bedah buku, PPI UKM juga memutar film dokumenter "Mencari Pancasila", film produksi Indepth Publishing itu memberikan ilustrasi atas pengabaian kemanusiaan yang dialami oleh masyarakat Moromoro, Register 45, Mesuji, Lampung.

Keberadaan portal resmi masyarakat Moromoro: www.supportmoromoro.com, juga disosialisasikan pada acara itu. (GTA/B014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger