Home » » Kepala UKP4 : akademisi harus menjunjung tinggi nilai intelektualitas

Kepala UKP4 : akademisi harus menjunjung tinggi nilai intelektualitas

Written By Dino Cerata on Jumat, 21 Desember 2012 | 08.32

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Kepala UKP4 : akademisi harus menjunjung tinggi nilai intelektualitas
Dec 21st 2012, 16:02

Kuntoro Mangkusubroto (FOTO ANTARA)

Dalam hal ini sikap idealis harus dimunculkan sejak dini,"

Berita Terkait

Padang (ANTARA News) - Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Republik Indonesia Kuntoro Mangkusubroto mengatakan bahwa seorang akademisi harus menjunjung tinggi nilai kecakapan dalam ilmu pengetahuan.

Dia mengatakan hal ini di sela-sela acara silaturahim dan diskusi dengan sejumlah akademisi Universitas Andalas pada Jumat di Padang.

Menurut Kuntoro saat ini masih banyak akademisi perguruan tinggi yang belum memahami dan mengenal konsep dari intelektualitas.

Ini terbukti masih banyaknya penyimpangan yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi akibat tindakan yang dilakukan para akademisi tersebut.

Kuntoro menjelaskan bahwa nilai intelektualitas muncul dari kemampuan akademisi tersebut menguasai bidang yang sedang dikerjakannya.

Artinya memiliki ketetapan hati dan keteguhan untuk meraih kesuksesan dengan bidang keahliannya.

"Dalam hal ini sikap idealis harus dimunculkan sejak dini," ujarnya.

Yang dikatakan idealis sejak dini kata Kuntoro, ialah memegang teguh tekad yang ingin dicapainya. Ini dimulai pada saat memikul tanggung jawab untuk menyelesaikan suatu persoalan.

Bagi seorang pemimpin ini ialah suatu syarat yang mutlak untuk menghasilkan kebijakan agar kedepan kebijakan ini tidak rumit dan mudah diterima yang dipimpinnya.

"Kemampuan dalam Birokrasi menjadi tolok ukur kecakapan para akademisi," kata dia.

Para akademisi perguruan tinggi yang terlibat dalam birokrasi akan dilihat kemampuannya saat mencetuskan suatu program.

Apabila program tersebut tepat sasaran dan berdaya guna, penilaian terhadap kemampuan intelektualitasnya pun cenderung meningkat.

Sebaliknya, jika hasilnya gagal dan tidak sesuai dengan perencanaan, kemampuan intelektualitasnya harus dipertanyakan lagi, meskipun banyaknya faktor baik fisik maupun tidak yang menjadi pemicu kegagalan tersebut.

"Sudah seharusnya para akademisi mematangkan perencanaan dalam penentuan kebijakan," katanya.

Sebagai contoh di perguruan tinggi dalam pengambilan kebijakan penentuan uang kuliah. Segalanya kata dia, tidak akan menjadi rumit apabila telah dipertimbangkan sebab dan akibatnya.
(ANT)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger