BANGKOK, KOMPAS.com -- Dunia pendidikan di kawasan ASEAN dapat menjadi penggerak untuk mewujudkan Komunitas ASEAN 2015. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan kolaboratif di antara sekolah-sekolah yang ada di kawasan ASEAN.
"Pendidikan kolaboratif menjadi penting dalam pendidikan abad 21. Kolaborasi pendidikan jangan hanya mengacu ke internasional, khususnya barat saja. Justru, kolaborasi regional di kawasan ASEAN harus segera dimulai. Guru, siswa, dan sekolah bisa jadi pioneer sebelum terbentuknya komunitas ASEAN 2015," kata Tinsiri Siripho, Deputy Director of Administration SEAMEO Secretriat di Bangkok, Kamis (20/12/2012) dalam program kemitraan SMK Indonesia-Thailand.
Dalam pertemuan ini hadir pimpinan sekolah dan guru dari SMK dan politeknik Indonesia serta college Thailand. "Kemampuan berkolaborasi dan menguasai komunikasi, termasuk bahasa, akan menyiapkan siswa menjadi warga regional dan global," kata Tinsiri.
Menurut Tinsiri, dalam berkomunikasi untuk membangun kemitraan di antara negara-negara ASEAN tidak melulu bergantung dengan penggunaan bahasa Inggris. "Bisa saja, negara-negara ASEAN saling mempelajari bahasa yang berbeda. Misalnya untuk Indonesia, Mayasia, dan Singapura kan banyak yang mengerti bahasa Melayu. Untuk Thailand, Laos, dan Kamboja juga ada kemiripan," kata Tinsiri.
Ia mengingatkan supaya dalam membangun kolaborasi pendidikan ini, setiap institusi di Indonesia dan Thailand serius merealisasikan kerja sama. "Jangan membuat program yang muluk-mulu di atas kertas. Buatlah program sederhana yang bisa dijalankan bersama," katanya.
Dalam kunjungan pimpinan sekolah dan guru SMK Indonesia ke Thailand, mereka mengunjungi sejumlah college di Thailand. Di college Thailand ditawarkan pendidikan SMK dan diploma dua.
Hingga Kamis (20/12/2012) ini, pimpinan dan guru SMK Indonesia serta college Thailand masih menyusun nota kesepahaman untuk bisa direalisasikan mulai Januari 2013. Kerja sama ini dirancang selama tiga tahun yang dimulai dari belajar bersama secara jarak jauh, pertukaran guru dan siswa, hingga transfer kredit kurikulum.
Koordinator Kemitraan SEAMOLEC, Anti Rismayanti menjelaskan, kemitraan sekolah Indonesia-Thailand ini merupakan kerja sama Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Center (SEAMOLEC) di Indonesia dan Office of Vocational Education Commision (OVEC) Thailand.
Kemitraan ini terbuka bagi sekolah-sekolah yang ingin mengembangkan kerja sama pendidikan dari negara lain di kawasan ASEAN. "Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia-Thailand bisa melalui kolaborasi pendidikan. Tiap sekolah bisa menjajaki peluang kemitraan yang bisa dikerjakan bersama-sama, baik lewat pendidikan jarak-jauh maupun program lainnya," kata Anti.
0 komentar:
Posting Komentar