Home » » UN Jangan Jadikan Penentu Kelulusan

UN Jangan Jadikan Penentu Kelulusan

Written By Dino Cerata on Minggu, 25 November 2012 | 03.59

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
UN Jangan Jadikan Penentu Kelulusan
Nov 25th 2012, 11:59

UN Jangan Jadikan Penentu Kelulusan

Penulis : Riana Afifah | Minggu, 25 November 2012 | 18:38 WIB

Dibaca:

Kompas Images/Iwan Setiyawan Ilustrasi pelajar yang sedang mengikuti Ujian Nasional.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jimmy Paat, berpendapat bahwa Ujian Nasional (UN) tidak bisa dijadikan sebagai penentu kelulusan seorang peserta didik.

Ia menyesalkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tetap berkeras melaksanakan UN pada tahun 2013.

"Kalau memang untuk pemetaan saja, saya bisa terima. Tapi jangan dijadikan UN sebagai standar kelulusan," kata Jimmy saat ditemui seusai diskusi "Kritik Atas Kebijakan Perubahan Kurikulum" di Rumah Tilaar, Jakarta, Jumat (23/11/2012).

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis Kisi-kisi Ujian Nasional (UN) 2013 sejak Selasa (20/11/2012) lalu yang direncanakan akan digunakan selama tiga tahun ke depan. Rencananya ada 20 variasi soal dalam UN sehingga kecil kemungkinan terjadi kebocoran.

Dengan demikian, UN yang ditolak oleh banyak pihak sebagai penentu kelulusan ini akan tetap ada hingga tahun-tahun mendatang.

Mengenai variasi soal sebanyak 20 jenis tersebut, ia mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah yang selalu muncul. Ia menilai bocoran jawaban UN yang selalu ada jelang pelaksanaan ujian ini tetap tidak akan hilang sehingga tidak akan membawa pengaruh besar.

"Saya rasa permasalahan di sekolah yang muncul tetap akan sama saja walau dibuat 20 variasi soal," ujar Jimmy.

Ia juga menambahkan bahwa bentuk penentu kelulusan yang sesuai adalah menyerahkan ujian tersebut kepada sekolah. Namun pihak kementerian, organisasi guru dan masyarakat tetap ikut memantau sehingga kecurangan yang ditakutkan akan dilakukan sekolah tidak akan terjadi.

"Selama ini kan ditakutkan kalau kelulusan diserahkan sekolah akan ada katrol nilai. Ini sekarang tugas masyarakat dan organisasi guru untuk ikut memantau. Jadi kalau ketauan curang kan masyarakat sendiri yang akan beropini tentang sekolah itu. Pemerintah harus percaya ini akan berjalan," tandasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger