JAKARTA, KOMPAS.com - Uji Kompetensi Guru (UKG) kembali dilakukan untuk ketiga kalinya di seluruh Indonesia. Namun sayangnya, penyelenggaraan yang ketiga ini masih menyisakan berbagai persoalan. Salah satunya adalah banyak guru yang mendapat undangan lagi.
Sekretaris Jendral Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengatakan bahwa para guru di beberapa daerah tiba-tiba mendapat undangan UKG gelombang ketiga. Padahal para guru ini telah mengikuti UKG gelombang pertama dan gelombang kedua bahkan mereka lulus dalam tes tersebut.
"Jadi katanya nama guru-guru yang sudah ikut dan diundang kembali ini gara-gara nama mereka tak bisa diakses dalam database," kata Retno, saat jumpa pers di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jalan Kalibata Timur, Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Dengan diulangnya uji kompetensi ini, sebagian guru mengaku bahwa nilai yang kemudian dihasilkan pada gelombang pertama, gelombang kedua dan gelombang ketiga berbeda. Hal ini tentu dipengaruhi oleh persiapan dari para guru tersebut karena banyak yang baru menerima undangan sehari sebelum atau bahkan saat hari penyelenggaraan UKG.
"Ini tentu saja sangat merugikan guru yang bersangkutan. Coba saja tiap UKG, satu guru nilainya berubah-ubah karena sudah ikut gelombang pertama diundang lagi gelombang berikutnya," ungkap Retno.
"Bagaimana bisa juga nama-nama yang sudah ikut tersebut bisa hilang dari database. Ini indikasi bahwa Kemdikbud tidak kompeten menyelenggarakan UKG," imbuhnya.
Seperti diketahui, UKG gelombang pertama telah dilakukan pada Agustus lalu dan dilanjut pada UKG gelombang kedua pada 2 Oktober-2 November lalu. Namun tanpa pemberitahuan yang jelas, para guru kembali diundang untuk mengikuti UKG gelombang ketiga pada tanggal 5-20 November mendatang.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar