Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M Jusuf Kalla saat meninjau lokasi kerusuhan di Desa Balinuraga Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan, Jumat, (2/11). PMI memberikan bantuan 10.000 lembar seng untuk memperbaiki 345 rumah yang rusak akibat kerusuhan di desa tersebut. (FOTO ANTARA/Kristian Ali)
Ga ada yang tersisa, karena rumah saya rata dengan tanah."
Berita Terkait
Balinuraga, Lampung (ANTARA News) - Ratusan siswa sekolah dasar di Desa Balinuraga Kecamatan Waypanji Kabupaten Lampung Selatan butuh bantuan berupa buku, alat tulis dan seragam, karena perlengkapan sekolah mereka sudah habis terbakar saat kerusuhan melanda daerah tersebut.
"Pakaian mereka semuanya habis bersama rumah yang dibakar massa saat kerusuhan terjadi sepekan lalu," kata Kepala Sekolah SDN 3 Balinurga, Nyoman Nandra, di Balinuraga, Selasa.
Ia mengatakan sebanyak 129 siswa di sekolah itu kini bersekolah menggunakan pakaian seadanya, begitu juga dengan peralatan sekolah lainya seperti sepatu, tas dan alat-alat tulis.
"Baju bebas yang dipakai sekarang pun sebagian besar adalah bantuan saat berada di pengungsian di Kota Bandarlampung," kata dia.
Tidak hanya itu, guru juga termasuk dirinya hanya menggunakan pakaian seadanya karena sudah habis terbakar, meskipun ada guru yang berseragam itu berasal dari luar Desa Balinuraga.
"Kaca-kaca sekolah juga hancur dirusak massa," kata Nyoman.
Sementara itu, salah satu siswa kelas 5 SDN 3 Balinuraga, Nita Safira , mengatakan sekarang menggunakan pakaian seadanya untuk sekolah tanpa memiliki tas, sepatu dan alat tulis.
"Semua habis terbakar bersama rumah saya pada kerusuhan kemarin," kata dia.
Ia mengatakan, membutuhkan bantuan dari pemerintah agar bisa sekolah kembali seperti biasanya, karena keluarganya tidak memiliki uang untuk membelinya.
Siswa setempat lainnya, Kadek Murniati, mengatakan juga tidak memiliki perlengkapan sekolah karena habis terbakar ber sama rumahnya.
"Ga ada yang tersisa, karena rumah saya rata dengan tanah," kata dia.
Ia meminta kepada pemerintah untuk membangun rumahnya dan dapat bersekolah kembali seperti biasanya.
Sementara itu salah satu siwa SDN 2 Balinuraga, Wayan Ramli Aditya juga mengatakan tidak memiliki perlengkapan sekolah karena terbakar.
Ia juga berharap bisa sekolah kembali seperti hari-hari biasa karena sudah sepekan ini tidak sekolah dan baru kembali dari mengungsi di Kota Bandarlampung. (KTA/H009)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar