Home » » Proton Ancang-ancang CKD di Indonesia

Proton Ancang-ancang CKD di Indonesia

Written By Dino Cerata on Kamis, 08 November 2012 | 00.17

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Proton Ancang-ancang CKD di Indonesia
Nov 8th 2012, 08:17

Jakarta, KompasOtomotif - PT Proton Edar Indonesia (PEI) bersiap diri untuk merakit secara lokal (CKD) dua model di Indonesia, salah satunya Exora. Metode perakitan yang dilakukan bukan dengan mendirikan pabrik sendiri melainkan menumpang fasilitas yang sudah ada di Indonesia.

"Kami sudah meninjau baik PT Gaya Motor maupun PT National Assembler untuk rencana ini," komentar Gunther Schrez, Persdir PEI di Pondok Indah, Jakarta Selatan, hari ini (8/11/2012). Ditambahkannya, opsi CKD diambil karena akan meningkatkan kompetitif produk untuk bersaing di pasar lokal Indonesia. Salah satunya faktor adalah beban pajak yang lebih kecil.

PEI, kata Gunther, juga menimang kemungkinan merakit mobil kompak global Proton yang baru mau diluncurkan 2014 mendatang. Khusus model ini, selain konsentrasi pasar lokal juga mau jadi negara pengekspor nantinya.

Keputusan

Sampai saat ini, PEI mengaku belum mengambil keputusan strategis menyangkut rencana CKD. Dibutuhkan waktu setidaknya 18 bulan sampai dua tahun untuk bisa mulai merakit lokal di Indonesia.

Untuk mencapai skala ekonomi, setidaknya Proton wajib memenuhi penjualan minimal 5.000-10.000 unit setiap tahunnya. Sambil mengejar target ini, PEI akan berkonsentrasi memperluas pasar di Indonesia.

Ketika ditanya soal investasi, Gunther mngaku masih belum bisa memutuskan. Tetapi, nilainya akan lebih kompetitif ketimbang membangun pabrik sendiri. "Jumlah uang yang dikeluarkan berdasarkan banyaknya pesanan mobil yang mau dirakit, mungkin enam bulan lagi baru adalan lagi baru ada kepastian," papar Gunther.

BNI Syariah

Di sisi lain, PEI, hari ini juga menandatangani nota kesepahaman dengan BNI Syariah guna memulai skema kredit kendaraan bermotor besama-sama. Melalui Bank Syariah, beban kredit konsumen akan lebih kompetitif ketimbang menggunakan lembaga pembiayaan atau perbankan konvensional.

Peraturan pemerintah terkait uang pangkal minimum (DP) kredit mobil yang dipatok 25-30 persen bisa dihindari. Dengan kerjasama ini, Proton berharap bisa meningkatkan volume penjualan di Indonesia.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger